Begini Pemanfaatan Bandotan di Beberapa Negara di Dunia

Klikhijau.com – Rasa penasaran Pasanro terhadap pemanfaatan bandotan terus terpupuk di kepalanya. Ia terus mencari tahu mengenai tanaman pengganggu yang dibenci petani itu. Kali ini ia menemukan keter...

Begini Pemanfaatan Bandotan di Beberapa Negara di Dunia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Rasa penasaran Pasanro terhadap pemanfaatan bandotan terus terpupuk di kepalanya. Ia terus mencari tahu mengenai tanaman pengganggu yang dibenci petani itu. Kali ini ia menemukan keteragan dari Cindy Wijaya di deherba.com.

Pasanro menemukan di situs tersebut, bahwa menurut keterangan jurnal Ageratum conyzoides: A Tropical Source of Medicinal and Agricultural Products, bandota  berasal dari wilayah sekitar Amerika Serikat Tenggara sampai Amerika Tengah. Tetapi pusat asalnya adalah di Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia.

Kebanyakan tanaman babadotan ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, dan Florida. Namun kini bandotan juga ditemukan di beberapa negeri sub-tropis dan tropis, termasuk  di Indonesia.

Menurut catatan buku Weeds of Rice in Indonesia, tanaman bandotan didatangkan ke pulau Jawa sebelum tahun 1860, dan sekarang sudah menyebar luas di berbagai wilayah Indonesia.

Bandotan sering tumbuh di pekarangan, pinggir jalan, ladang, sawah yang telah mengering, pinggir sungai/kali, dan daerah yang banyak semak belukar.



  • Ciri-ciri tanaman bandotan



Bandotan punya tinggi sekitar 30 – 80 cm. Batangnya ditumbuhi bulu-bulu putih halus. Akarnya tumbuh di bagian bawah batag yang menyentuh tanah.

Batang bandotan biasanya bercabang-cabang, memiliki satu atau beberapa kuntum bunga majemuk di bagian ujungnya.

Bunga bandotan tumbuh berkumpul dan menghadap arah yang sama. Setiap kuntum bunga punya antara 60 – 70 individu-individu bunga. Warna dari bunga bandotan berkisar antara putih sampai ungu.

Panjang daun babadotan sekitar 2 – 10 cm dan lebarnya 0,5 – 5 cm. Bagian pinggir daun bergerigi dan punya bulu-bulu putih halus di sekelilingnya.

Tangkai daun bandotan sekitar 0,5 – 5 cm, yang tumbuh berselingan atau berhadapan. Bila digerus, daun ini akan mengeluarkan aroma mirip bau kambing jantan



  • Kandungan tanaman bandotan



Berdasarkan keterangan jurnal Ageratum conyzoides: A Tropical Source of Medicinal and Agricultural Products, tanaman ini mengandung flavonoid, alkaloid, kumarin, minyak esensial, dan tanin.

Banyak di antaranya aktif secara biologis (bioaktif). Berdasarkan hasil penelitian, kandungan minyak atsiri di dalamnya ditemukan antara 0,02% hingga 0,16%. Ditemukan juga kandungan conyzorigium, yang merupakan cromene.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2