Bau Busuk Sampah TPA Antang Membahana Lagi, Tokoh Manggala Serukan Begini!

Klikhijau.com – Bau busuk yang diduga kuat merebak dari TPA Tamangapa Antang mulai dirasakan lagi warga Kecamatan Manggala dan sekitarnya beberapa minggu terakhir ini. Bau tak sedap tersebut terasa me...

Bau Busuk Sampah TPA Antang Membahana Lagi, Tokoh Manggala Serukan Begini!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bau busuk yang diduga kuat merebak dari TPA Tamangapa Antang mulai dirasakan lagi warga Kecamatan Manggala dan sekitarnya beberapa minggu terakhir ini. Bau tak sedap tersebut terasa menyengat di hidung saat angin berembus pada siang, sore dan malam hari.

Bau busuk ini seolah merepresentasi kompleksitas permasalahan persampahan di Kota Makassar. Kini, kota ini benar-benar digerogoti badai sampah yang tak kunjung terselesaikan.

Bukan hanya soal belum terkelolanya sampah warga dengan baik secara berkelanjutan. Ada pula konflik lahan yang diam-diam mengetengah dari TPA Antang. Belum lagi perkara kontroversi pembangunan PSEL di Tamalanrea dan banyak lagi.

Di tengah kompleksitas itu, nasib TPA Tamangapa Antang memang sedang tidak baik-baik saja. Volume sampah yang meningkat jelas menyisihkan masalah serius bagi masyarakat di Manggala dan sekitarnya. TPA Tamangapa yang beroperasi dengan skema open dumping jelas menjadi bom waktu bagi Kota Makassar.

Bau tak sedap diantaranya yang sudah tentu mengganggu keseharian bahkan kesehatan. Bau busuk ini seolah mewakili suara-suara dari alam bahwa ada hal yang keliru pada kita (manusia) dalam menangani sampah.

Refleksi seorang aktivis

Aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Manggala, Wahyuddin Yunus angkat bicara soal bau tak sedap dari TPA Tamangapa Antang.

Wahyuddin yang tinggal di Bukit Baruga Antang merasakan langsung bau mengganggu yang diduga kuat dari tumpukan sampah TPA. Pada sebuah catatan ringan, Didin sapaan akrabnya menulis begini:

Tadi malam bau sampah beberapa kali datang menghampiri hidung, lalu pergi tersapu oleh angin dengan diam-diam. Mungkin ia malu beranjak ke tempat buangannya, rapuh pada sengketa ruang dan kepentingan kuasa.

Tapi, apa boleh buat, para pencinta ekologi tentu masih ingat dengan pesan Nabi Nuh untuk dunia yang stabil, subur dan sehat. Sudah sepatutnya masalah sampah di TPA menjadi masalah kita bersama. Saatnya para kandidat dewan bergerak menyuarakan substansi masalah sampah tanpa harus mencederai satu sama lain dan tidak mengorbankan warga manggala secara umum.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2