Bahkan Yogyakarta Pun Mulai Tak Nyaman karena Polusi Udara
Klikhijau.com - Sepuluh tahun silam saat bermukim di Yogyakarta saya merasa kota ini cukup nyaman. Setidaknya bila dibanding kota lainnya saat itu, semisal Jakarta atau Surabaya. Suasana kota pelajar...
Klikhijau.com - Sepuluh tahun silam saat bermukim di Yogyakarta saya merasa kota ini cukup nyaman. Setidaknya bila dibanding kota lainnya saat itu, semisal Jakarta atau Surabaya. Suasana kota pelajar itu masih sangat baik, belum ada macet parah, juga udaranya yang masih sejuk.
Bandingkan suasananya di tahun 1980-an, Yogyakarta tentu jauh lebih baik. Tapi, setelahnya semua mulai berubah. Pelan tapi pasti, kota Yogyakarta secara spasial mengalami perkembangan lahan terbangun yang cukup cepat.
Perkembangan perkotaan Yogyakarta semakin meningkat pada tahun 1990 sejak dibangunnya jalan lingkar Yogyakarta. Fenomena paling menonjol adalah ekspansi lahan terbangun perkotaan.
[irp posts="3233" name="Ini Penyebab Polusi Udara, Salah Satunya Mungkin Sering Kita Lakukan"]
“Proses ekspansi ini sangat berpengaruh pada kenyamanan lingkungan tempat tinggal suatu daerah. Ekspansi lahan terbangun yang tidak terkontrol juga mengakibatkan hilangnya lahan vegetasi perkotaan,” urai Iswari Nur Hidayati, di Fakultas Geografi UGM, Selasa, 30 Juli 2019.
Mempertahankan disertasi berjudul Penyusunan Model Urban Biophysical Environment Quality Wilayah Perkotaan Yogyakarta Berdasarkan Karakteristik Spektral Citra dan Data Multi Resolusi, Iswari menjelaskan dari pemodelan yang dilakukan diketahui bahwa 2,75% dari area penelitian dikategorikan sangat tidak nyaman seluas 346,35 hektare.