Bahaya, Limbah Plastik Dunia Mengancam Indonesia

Klikhijau.com - Dahulu, Tiongkok mengimpor lebih dari 2.000 juta ton limbah plastik yang bisa didaur ulang dari penjuru dunia. Ini artinya setara dengan 45% limbah plastik dunia. Namun, sejak 2017...

Bahaya, Limbah Plastik Dunia Mengancam Indonesia
Bacakan Artikel

Para pemulung setempat memulungnya dengan menyingkirkan tumpukan sampah plastik kotor yang tak bisa didaur ulang.

Setelah itu, sampah tersebut mereka gunakan untuk bahan bakar dalam mengolah tahu.

GAIA juga menyatakan bahwa masuknya limbah plastik ke kawasan Asia Tenggara ini membuat lingkungan hidup menjadi terganggu.

Misalnya, polusinya membuat manusia terkena penyakit pernapasan karena menghirup asap beracun dari limbah ini.

Air jadi terkontaminasi, dan yang paling penting adanya bentuk kejahatan yang terorganisir terkait operasi daur ulang plastik ilegal yang tidak jelas prosedurnya.

Ditilik dari Permendag No. 31/2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempunyai wewenang memberi rekomendasi impor limbah plastik.

Faktanya, KLHK belum memberi isyarat lampu hijau atas permohonan izin dari Kementerian Perindustrian mengenai izin impor limbah plastik.

Namun, pada prinsipnya KLHK ingin memastikan bahwa impor ini tidak menambah timbunan sampah. Artinya, yang masuk bukan sampah plastik dan hasilnya diekspor tanpa ada sisa.

Hal ini sejalan dengan Pasal 29 Undang Undang No.8/2008 tentang Pengelolaan Sampah, bahwa memasukkan sampah ke Indonesia dan mengimpor sampah adalah suatu tindakan terlarang. Bahkan sudah dimasukkan ke dalam ranah tindak pidana.

Seyogianya Pemerintah Republik Indonesia harus mencontohkan bahwa penegakan peraturan berlaku kepada semua orang, termasuk pada pemerintah itu sendiri.

Jangan sampai Indonesia jadi sarang empuk sampah asing, tak terbayang menjemukannya kan?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2