Bagaimana Tumbuhan di Hutan Kota Berfungsi sebagai Peredam Kebisingan?

Klikhijau.com – Kebisingan menjadi satu masalah tersendiri di perkotaan. Banyaknya kendaraan dan tingginya aktivitas manusia membuat kota dilingkupi polusi suara alias kebisingan. Kebisingan adalah...

Bagaimana Tumbuhan di Hutan Kota Berfungsi sebagai Peredam Kebisingan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kebisingan menjadi satu masalah tersendiri di perkotaan. Banyaknya kendaraan dan tingginya aktivitas manusia membuat kota dilingkupi polusi suara alias kebisingan.

Kebisingan adalah suara yang berlebihan dan tak diinginkan yang menimbulkan efek buruk baik secara fisik maupun psikis. Efek fisik berkaitan dengan transmisi gelombang suara melalui udara, sedangkan efek psikis berhubungan dengan respons manusia terhadap suara.

Kebisingan dapat memicu stress dan perasaan terganggu sehingga berdampak pada kualitas hidup. Polusi suara yang bersumber dari kendaraan bermotor juga mengganggu aktivitas bahkan menurunkan tingkat konsentrasi.

Untuk meredam dampak negatif dari polusi suara dipelukan hutan kota yang memadai. Fungsi hutan kota salah satunya adalah dapat meredam kebisingan. Jadi, tumbuhan yang ditanam tak hanya berfungsi untuk pembersih udara, tetapi juga meredam suara.

Bagaimana tumbuhan meredam polusi udara di perkotaan? Artikel ini akan memberi penjelasan singkat mengenai hal ini, simak ulasannya:

Bagaimana tumbuhan meredam kebisingan?

Seberapa jauh tingkat kebisingan dapat dikontrol oleh vegetasi atau tumbuhan ternyata sangat bergantung pula pada jenis spesies, kerapatan, tinggi tumbuhan maupun jarak tumbuh.

Aspek lainnya adalah faktor iklim yaitu angin, temperatur, kecepatan maupun kelembapan. Selain itu, tingkat kebisingn juga diperngaruhi oleh properti dari suara yakni tipe, asal, tingkat decibel dan intensitas suara tersebut.

Gelombang suara diabsorpsi oleh daun-daun, cabang-cabang, ranting-ranting dari pohon dan semak. Faktanya, bagian tanaman yang paling efektif untuk absorpsi suara adalah bagian yang memiliki daun tebal dan tanaman yang berdaging dengan banyak petiole. Kombinasi ini memberikan tangkat fleksibilitas  dan vibrasi tertinggi (Robinette, 1972 dalam Grey dan Deneke 1978).

Selain itu, suara juga didefleksi dan direfraksi oleh cabang yang lebih besar dan batang pohon. Diperkirakan bahwa hutan dapar mereduksi suara pada tingkat 7dB setiap 30 menit dengan jarak dan frekuensi pada sekitar 1.000 CPS (Embleton, 1963 dalam Grey dan Deneke 1978).

Sebuah penelitian yang dilakukan School of Enginering di Universitas Nebraska dkk, di hutan Amerika menunjukkan sejumlah fakta menarik bagaimana pohon bekerja dalam meredam kebisingan. Berikut faktanya:

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2