Bagaimana Menangani Perubahan Iklim dan Hilangnya Keanekaragaman Hayati?
Klikhijau.com – Bumi sedang menghadapi apa yang disebut dengan krisis ganda yakni ancaman perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Di tengah dua ancaman serius ini, seluruh dunia sedang be...
Klikhijau.com – Bumi sedang menghadapi apa yang disebut dengan krisis ganda yakni ancaman perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Di tengah dua ancaman serius ini, seluruh dunia sedang berpikir keras bagaimana menanganinya.
Ini penting sebab dampak dari kedua problem ini sudah berimbas terhadap sektor ekonomi, masyarakat, dan kesehatan masyarakat. Bahkan, perubahan iklim yang semakin cepat juga berdampak negatif pada banyak spesies dan ekosistem dunia, yang mendorong hilangnya keanekaragaman hayati.
Dari laporan UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre (UNEP-WCMC), menegaskan perlunya suatu langkah fundamental dalam pemulihan ekosistem. Hal itu digambarkan pada sebuah artikel berjudul “Tacking Climate Change and Biodiversity loss Together” (3 November 2020).
Menurut mereka, upaya melestarikan, mengelola, dan memulihkan ekosistem - yang dikenal sebagai solusi berbasis alam - adalah salah satu pendekatan yang paling hemat biaya saat ini untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Penelitian terbaru menemukan bahwa memulihkan 30% lahan yang telah dikonversi untuk pertanian di kawasan prioritas, di samping mempertahankan ekosistem alami, akan mencegah lebih dari 70% proyeksi kepunahan mamalia, burung, dan amfibi.
[irp]
Solusi berbasis alam seperti restorasi sangat efektif karena, tidak seperti intervensi berbasis infrastruktur, tindakan yang meningkatkan keanekaragaman hayati dapat membantu mengatasi perubahan iklim dengan dua cara sekaligus: melalui mitigasi dan adaptasi.
Selain menyerap dan menyimpan karbon, ekosistem dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan dampak negatif perubahan iklim, serta memberikan banyak manfaat lainnya.
Berikut adalah 4 contoh bagaimana konservasi, pengelolaan, dan pemulihan ekosistem berbasis alam dapat berkontribusi pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim:
-
Lahan gambut
-
Hutan
-
Lamun
-
Mangrove