Bagaimana Hubungan dan Interaksi Antara Serangga dengan Tumbuhan?

Klikhijau.com – Interaksi antara setiap makhluk hidup dalam sebuah ekosistem memang sangat kuat, sebagaimana serangga dan tumbuhan yang memiliki hubungan khusus. Lalu, bagaimana keduanya berinteraksi...

Bagaimana Hubungan dan Interaksi Antara Serangga dengan Tumbuhan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Interaksi antara setiap makhluk hidup dalam sebuah ekosistem memang sangat kuat, sebagaimana serangga dan tumbuhan yang memiliki hubungan khusus. Lalu, bagaimana keduanya berinteraksi satu sama lain?

Tumbuhan memainkan peran penting dalam ekosistem yakni dalam mengubah energi matahari menjadi bentuk energi kimia yang menjadikan komunitas lain dapat berfungsi (Odum, 1998).

Dalam ekosistem, tumbuhan juga menempati posisi paling strategis sebagai satu-satunya organisme yang mampu melakukan proses fotosintesis dengan energi matahari dan CO2 dari udara. Karenanya dikatakan bahwa tumbuhan merupakan produsen tunggal yang ada dalam ekosistem.

Tak hanya itu, tumbuhan juga menjadi sumber utama bagi kelangsungan organisme lain, sebagai tempat hidup dan sumber pangan makhluk lain, termasuk serangga. Atas alasan ini pula yang membuat kita harus menjaga dan melestarikannya.

Dalam komposisi kehidupannya, tumbuhan terdiri atas banyak mikrohabitat seperti daun, batang kayu, buah, pucuk daun hingga akar. Struktur yang komplek inilah yang menarik serangga untuk berinteraksi dengan tumbuhan.

Serangga merupakan satu organisme yang ditemukan hampir di seluruh permukaan bumi. Serangga dikenal sebagai organisme yang paling beragam dan lebih dari setengah dari semua makhluk hidup di dunia ini adalah serangga.

Hubungan timbal balik

Sejumlah penelitian menyebut, relasi antara tumbuhan dan mahluk lain sangatlah rumit dan bersifat timbal balik. Tumbuhan dibutuhkan makhluk lain sebagai sumber makanan, perlindungan, pertumbuhan bahkan untuk perkembangbiakan (Resosoedarmo, et.al,1984).

Untuk diketahui, hampir 50 persen dari serangga adalah pemakan tumbuhan atau fitofagus. Interaksi ini dipicu oleh sifat morfologi tumbuhan sebagai sumber rangsang bagi serangga dalam proses pemilihan dan penentuan inang.

Sifat fisiologi yang mempengaruhi serangga berupa senyawa-senyawa kimia yang dihasilkan oleh tanaman baik senyawa metabolit primer maupun senyawa metabolit sekunder (Speight, et al., 1999).

Senyawa metabolit primer berfungsi untuk mendukung proses pertumbuhan dan reproduksi tanaman. Oleh serangga, senyawa metabolit primer ini dapat berfungsi sebagai feeding stimulants, nutrient, juga zat toksik. Sedangkan, senyawa metabolit sekunder berfungsi sebagai stimulus bagi serangga.

Relasi khusus antara tumbuhan dan serangga merupakan komunikasi kimiawi, zat kimia yang berperan disebut semiochemical yang terdiri dari feromon dan alelokimia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2