Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Aktivitas

Anggota DPRD Sulsel Yeni Rahman Dorong "BSF FARM URBAN" di Makassar

Klikhijau.com – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yeni Rahman, hadir dalam acara sosialisasi Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat...

Oleh Arman Jaya 05 Jul 2025 10:05 3 menit baca
Klikhijau.com – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yeni Rahman, hadir dalam acara sosialisasi Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PKM) Universitas Indonesia Timur (UIT) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Wisma Latobang menjadi saksi perhelatan acara yang mengusung tema "BSF FARM URBAN: Optimalisasi Biokonversi Sampah Dapur Menjadi Protein Hewani untuk Pertanian Perkotaan," dengan menggandeng mitra dari kelompok perempuan "BSU Sipanaikang Dalle" RW 04, Kelurahan Mario, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. [caption id="attachment_33546" align="aligncenter" width="2560"] Anggota DPRD Sulsel Yeni Rahman Dorong "BSF FARM URBAN" di Makassar: Ubah Sampah Dapur Jadi Cuan dan Selamatkan Bumi (Foto: Arman/Klikhijau.com)[/caption] Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang program PKM, sekaligus membuka ruang diskusi bagi masyarakat mitra terkait pemanfaatan sampah dapur. [irp] Tim Pelaksana PKM, Dr. Harlina mengaku melibatkan berbagai pihak sebagai upaya mendorong kolaborasi. Akademisi dan Peneliti itu menyampaikan terimakasih kepada Yeni yang telah hadir ditengah kesibukan dan berbagai agendanya. Beberapa alat disiapkan oleh tim PKM yang dihibahhkan ke BSU sipanaikan, Dalam sambutannya, Yeni Rahman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menyoroti nilai ekonomi yang terkandung dalam program tersebut, namun lebih jauh menekankan pentingnya aspek penyelamatan lingkungan. "Hari ini kita bisa menyambung silaturahmi dalam kegiatan yang sangat menarik dan menginspirasi. Saya mengapresiasi apa yang kita lakukan pada hari ini," ujar Yeni Rahman. "Kegiatan ini mendorong bagaimana yang tadinya sampah bisa bernilai ekonomi, itu sangat bagus. Namun ada hal juga yang sama bagusnya bahwa kita sudah menyelamatkan bumi ini. Kita sudah menyelamatkan sampah-sampah, yang berarti ada juga nilai ibadah. Kalau berbicara hanya dari segi materi ini kan pasti akan berakhir, kalau kita berbicara dari segi ibadah, maka ini akan berlanjut sampai kita meninggal," jelasnya. [irp] Lebih lanjut, Yeni Rahman menyoroti tantangan terkait pasar produk hasil biokonversi sampah, seperti maggot. "Hal tantangan yang perlu kita pikirkan adalah di mana marketnya ini (produk). Memang orang bilang banyak, namun seringkali tidak tahu produknya ada di mana, nomornya berapa yang mau dihubungi, supaya ketika ibu-ibu melakukan aktivitas (produksi) ada hasil yang diperoleh, kita tidak pusing lagi di mana," sambungnya. Ia juga menekankan bahwa program ini adalah solusi signifikan untuk masalah sampah di perkotaan, kehadiran TIM PKM di tengah masyarakat memang sangat diperlukan. "Tapi yang paling pentingnya, ibu-ibu dengan kita melakukan hal ini, berarti kita sudah menyelesaikan salah satu masalah terbesar kita seperti yang dijelaskan oleh Dr. Harlina, bayangkan Bu, kalau ada berapa ton dalam sehari menjadi beban sampah yang ada di TPA hari ini," seru Yeni menggugah imajinasi para tamu untuk membayangkan beban TPA Tamangapa.   Diketahui TPA Tamangapa setiap harinya dikirimi sampah 1500 an ton, sehingga upaya kolektif dalam penanganannya diperlukan. "Ini juga yang sebenarnya sebisa mungkin harus terselesaikan di rumah. Melalui upaya pengolahan sampah organik menjadi maggot sangat membantu mengurangi volume sampah," tambahnya. Yeni Rahman optimis bahwa tidak ada yang sulit jika ada kemauan. "Saya pikir tidak ada yang susah, yang susah itu adalah kemauan memulai dan melakukannya secara berkelanjutan. Dan memang kita tidak bilang satu hari ini selesai, dia akan panjang prosesnya, tetapi proses itu akan semakin panjang kalau kita tidak mulai dari sekarang. Jadi kita akan memotong prosesi yang panjang itu dengan kita memulai hari ini," pungkasnya, sembari menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan.      
Topik terkait
#sampah organik #maggot bsf #yeni rahman #DPRD Sulsel #UIT