Ancol Taman Impian Gandeng JBS dan Belantara Foundation Gelar AWC di Ancol

Klikhijau.com - Ancol Taman Impian menggandeng Jakarta Birdwatcher’s Society (JBS) dan Belantara Foundation menggelar sensus burung air di empat kawasan Ancol pada Minggu (25/02/2024). Empat kawasa...

Ancol Taman Impian Gandeng JBS dan Belantara Foundation Gelar AWC di Ancol
Bacakan Artikel

Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prasetyo menyatakan bahwa Ancol tidak hanya merupakan kawasan wisata akan tetapi juga merupakan rumah keanekaragaman hayati flora dan fauna ekosistem pesisir.

“Selain menjadi kawasan wisata, Ancol Taman Impian juga merupakan rumah dari banyak flora dan fauna liar khususnya jenis burung di ekosistem pesisir. Sejalan dengan salah satu fungsi kami sebagai lembaga konservasi dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati, keberadaan ini terus kami monitor dan evaluasi bekerja sama dengan Jakarta Birdwatcher Society agar dapat menjaga keberlangsungan kehidupannya.”

Sementara itu, Koordinator Jakarta Birdwatcher’s Society, Ady Kristanto mengatakan bahwa keberadaan burung, khususnya burung air di Jakarta juga menghadapi ancaman serius termasuk kehilangan habitat akibat urbanisasi, pencemaran air di Teluk Jakarta, perburuan, dan tekanan dari aktivitas manusia. Upaya konservasi sangat dibutuhkan untuk melindungi burung air dan habitat mereka.

“Memang disadari kesadaran masyarakat akan pentingnya burung di alam masih sangat rendah, sehingga banyak masyarakat yang acuh terhadap peran dari burung air bahkan memburunya. Oleh karena itu, kegiatan pengamatan burung sebagai upaya penyadartahuan warga perlu ditingkatkan dan kegiatan sensus burung air ini adalah salah satunya,” ujar Ady.

Pada tempat terpisah, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna mengemukakan bahwa pelibatan masyarakat khususnya generasi muda, merupakan salah-satu kunci keberhasilan pelestarian satwa liar, termasuk burung air beserta habitatnya. “Generasi muda memainkan peran penting sebagai agen perubahan,” imbuhnya.

[caption id="attachment_30469" align="alignnone" width="454"]burung Aktivitas sensus burung yang digelar Belantara Foundation - Foto: Ist[/caption]

“Anak zaman now sangat aktif dalam memviralkan sesuatu di media sosial. Kekuatan ini perlu diarahkan untuk banyak hal yang positif, termasuk dalam memviralkan pentingnya burung air dilestarikan. Banyak cara untuk terlibat dalam pelestarian burung air beserta habitatnya, salah satunya yaitu berpartisipasi aktif dalam melakukan sensus burung air yang ada sekitar tempat tinggal mereka. Aksi tersebut diunggah di media sosial sehingga dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga dan melindungi burung air di daerah mereka,” tandas Dolly, yang juga sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pakuan.

Berdasarkan sensus burung air yang telah dilakukan di empat kawasan Ancol tahun 2024 ini, berhasil mengidentifikasi 40 jenis burung dengan total 337 individu.

Burung air

Dari 40 jenis burung tersebut, terdapat 10 Jenis burung air dengan total 93 individu. 10 Jenis burung tersebut yaitu blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kokokan laut (butorides striatus), pecuk ular asia (Anhinga melanogaster), kuntul perak (Ardea intermedia), kowak malam abu (Nycticorax nycticorax), trinil pantai (Actitis hypoleucos), cangak abu (Ardea cinerea), pecuk padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris) dan kareo padi (Amaurornis phoenicurus). Dari 10 jenis burung air tersebut, terdapat satu jenis burung migran yaitu trinil pantai (Actitis hypoleucos).

Berdasarkan status keterancaman, terdapat satu jenis burung air yang masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu burung pecuk ular asia (Anhinga melanogaster) berstatus hampir terancam punah / Near Threatened (NT).

Hasil sensus burung air se-asia 2024 ini akan dilaporkan kepada Wetlands International Indonesia sebagai koordinator AWC Indonesia dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hasil sensus burung air ini dapat menjadi pengayaan data burung air Pemprov DKI Jakarta.

Turut hadir sebagai sukarelawan sensus burung air di kawasan Ancol dari berbagai sektor, yaitu pelajar dan mahasiswa, praktisi konservasi, komunitas muda penggiat lingkungan, sektor swasta dan jurnalis serta masyarakat umum.

Sebagai informasi, AWC adalah kegiatan kesukarelawanan untuk memantau burung air yang dilakukan setiap tahun di setiap minggu ke-2 dan ke-3 di bulan Januari. Kegiatan tersebut dilakukan serentak secara internasional, meliputi wilayah Afrika, Amerika, dan Eropa, dan Australasia (Australia, Selandia Baru, Kepulauan Papua New Guinea, dan Kepulauan Pasifik). Di Indonesia, AWC 2024 sensus burung air dilakukan sepanjang bulan Januari dan Februari.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2