Anak Muda sebagai Penentu Kualitas Lingkungan Masa Depan

Klikhijau.com – Anak muda saat ini menjadi penentu bagi keberlanjutan dan kualitas lingkungan masa depan. Karenanya, atensi anak muda dalam pembangunan lingkungan diperlukan. Hal itu ditekankan ole...

Anak Muda sebagai Penentu Kualitas Lingkungan Masa Depan
Bacakan Artikel

Anak muda juga sangat inovatif dan kreatif. Juga memiliki keberanian dan keterbukaan yang dapat dimaksimalkan untuk menjadi penggerak pelestarian sumber daya alam dan lingkungan Indonesia ke depan.

“Di era sekarang, generasi X (usia sekarang 40 – 55 tahun) pada umumnya merupakan pemimpin puncak di berbagai organisasi/perusahaan, generasi milenial sebagai manajemen madya dan generasi Z menjadi angkatan kerja baru”, ungkap Menteri Siti.

Sebagai generasi penentu, Menteri Siti mengatakan generasi muda dapat terlibat langsung dalam aksi nyata upaya pelestarian lingkungan.

Misalnya peran dalam pengelolaan sampah dan limbah, generasi muda dapat bergerak bersama-sama menjadi ecopreneur, menerapkan konsep Sirkular Ekonomi, serta dapat mendorong upaya pengelolaan sampah dan limbah berkelanjutan.

“Generasi muda dapat berperan dalam penerapan gaya hidup minim sampah, dengan mulai belanja tanpa kemasan, tolak dan kurangi penggunaan plastik sekali pakai, pilah sampah dari rumah, dan selalu habiskan makanan serta komposkan sisa-sisa makanan”, jelas Menteri Siti.

Selain itu, dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, generasi muda juga dapat berpartisipasi dengan terus menanam dan memelihara pohon.

Sedangkan, dalam hal Penegakan Hukum LHK, Generasi milenial dapat berperan sebagai Agent of Change. Mereka dapat berperan aktif dalam diskusi terbuka; Kampanye melalui Media Sosial; Pengawasan sosial; Agent of Iron Stock; serta Penyampaian informasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Bahkan generasi ini dapat berpartisipasi dalam pengendalian karhutla dengan menanamkan kesadaran pada diri sendiri untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Anak muda juga dapat terlibat dalam membuat dan menyebarkan konten atau opini positif dan konstruktif di media sosial yang mendukung pelestarian alam dan lingkungan.

Krisis ekologi menginspirasi anak muda

Krisis global yang terjadi dan berbagai bencana ekologis saat ini setidaknya menginspirasi anak muda untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan. Faktanya, semakin banyak anak muda yang mencoba menerapkan gaya hidup hijau.

“Sangat baik ketika ada satu generasi yang menjadi pionir bagi kepedulian terhadap isu lingkungan. Untuk itu, sangatlah diperlukan dukungan dan perhatian dari generasi yang lebih matang untuk membuat generasi ini tetap pada jalannya yang idealis.,” tegas Menteri Siti.

Sangat tepat bila kepedulian itu dilengkapi dengan pengetahuan mendalam tentang isu-isu aktual lingkungan hidup dan kecenderungan ke depan serta terbentuknya jejaring antar mereka yang potensial menjadi pemimpin di masa mendatang.

Pendidikan Green Leadership ini secara khusus didedikasikan ke arah itu, dengan tetap mempertimbangkan kecenderungan generasi milenial dan generasi Z yang senang dengan hal-hal praktis, instan dan cepat.

Program Green Leaders Indonesia ini diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia. Program ini akan memfasilitasi anak muda sebagai generasi penerus bangsa agar memiliki perspektif keadilan sosial dan lingkungan hidup dan keberpihakan kepada lingkungan hidup.

Program ini ingin menjaring calon pemimpin yang berasal dari beragam latar belakang agar semua segmen dalam masyarakat memiliki calon pemimpin yang punya prespektif green dan keberpihakan nyata bagi penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup.

Para peserta didik akan ditemani oleh para leaders, akademisi, praktisi, dan aktivis yang memiliki rekam jejak Panjang dalam bidang masing-masing.

“Pendidikan lingkungan hidup bagi generasi muda sangatlah penting, sebab pendidikan lingkungan dapat mengubah pandangan dan perilaku seseorang terhadap lingkungannya,” pungkasnya

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2