Alokasia, Tanaman Hias Idaman, Media Tanam dan Perawatannya
Klikhijau.com – Alokasia (Alocasia), termasuk tanaman hias pavorit saat ini yang banyak dipajang di beranda facebook para pencinta bunga. Di pasaran, harga alokasia termasuk cukup terjangkau untuk beb...
Klikhijau.com – Alokasia (Alocasia), termasuk tanaman hias pavorit saat ini yang banyak dipajang di beranda facebook para pencinta bunga. Di pasaran, harga alokasia termasuk cukup terjangkau untuk beberapa jenis tertentu, namun daya tariknya tetap eksotik dan tidak murahan.
Alocasia merupakan genus yang tergolong dalam famili Araceae. Tanaman ini masih satu keluarga dengan Aglaonema (Sri rezeki), Caladium, dan Anthurium. Nah, sekarang bisa dipahami bukan mengapa alokasia juga sepopulis kerabatnya, aglonema.
Habitatnya adalah daerah tropis dan subtropis di Asia, Oceania dan Amerika Selatan. Konon, nama Alocasia berasal dari Amerika Selatan. Di Asia, tanaman ini tumbuh dari India sampai Taiwan, Indonesia hingga China.
Penasaran mengetahui lebih jauh perihal alocasia? Berikut beberapa hal menarik perihal tanaman hias idaman ini, media tanam dan perawatannya!
[irp]
#Terdapat lebih dari 70-an jenis
Alocasia termasuk tanaman dengan jumlah varian cukup banyak mencapai lebih dari 70-an jenis. Laporan atas ini juga dicatat dalam ensiklopedia Wikipedia. Namun, penemuan spesies baru Alokasia ternyata masih berlangsung, sehingga diprediksi spesiesnya terus bertambah. Pada tahun 1997, di Sulawesi diperkenalkan temuan spesies baru yang ditemukan oleh Yuzammi dan Hay, namanya Alocasia melo. Spesies ini justru banyak hidup di daerah Sabah dan semakin populer pasca diperkenalkan di Sulawesi.#Perbedaan Alokasia dan Caladium
Karena masih satu kerabat, Akolasia dan Caladium memang memiliki banyak kemiripan. Lalu bagaimana membedakannya? Alocasia dapat dibedakan dengan Caladium dengan melihat daun dan umbinya. Untuk diketahui, alocasia ternyata tidak memiliki umbi yang membulat yang terhubung langsung dengan batang (kecuali jenis A.Hilo beauty). Jadi, yang terbenam pada media tanam Alocasia adalah bonggol alias batang yang terbenam dalam tanah. Sedangkan semua Caladium justru sebaliknya yakni memiliki umbi dan tidak memiliki bonggol. [irp] Hal lainnya, daun Caladium tipis dan bisa berwarna warni, sedangkan Alocasia lebih tebal dan warnanya berkisar antara kuning, krem, hijau dan perak.#Karakteristik Alokasia
Secara umum Alocasia merupakan tanaman yang tumbuh dengan sinar matahari yang parsial. Dari segi ketahanan terhadap cahaya matahari, alokasia dapat dibagi ke dalam dua jenis: Pertama, jenis yang mampu beradaptasi dengan sinar matahari langsung. Jenis yang tahan dengan paparan sinar matahari antara lain; A. Microrrhizos dan A. Portei. Dua jenis ini dapat berbentuk pohon. Kedua, jenis yang menyukai tempat teduh. Alocasia jenis ini umumnya tumbuh pendek, seperti A.nebula dan A. Silvery Dwarf. Jenis ini akan terbakar dan layu bila ditempatkan di ruang terbuka. Bila Alocasia yang menyukai tempat teduh ditempatkan di ruang terbuka, sebaiknya diberikan naungan dengan net 50 % hingga 60 % untuk mengurangi intensitas cahaya matahari. [irp]#Media tanam
Bila tertarik memajang Alocasia di halaman rumah, sebaiknya kamu memperhatikan aspek satu ini, media tanam. Secara umum, tanaman ini sejatinya menyukai media tanam yang bersifat porous tetapi kaya humus. Media tanam harus memiliki kemampuan meniriskan air bila terpaksa harus kelebihan air (semisal di musim hujan). Genangan air dalam pot dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan daun jadi layu. Komposisi yang tepat untuk media tanam Alocasia sebagai berikut:- Humus daun bambu (andam): cacahan pakis agak halus (1:1)
- Humus daun bambu (andam): sekam yang telah dilapukkan: pupuk kandang (2:1:1)
- Sphagnum moss: humus daun bambu: pupuk kandang: pasir (1:2:1:1)
#Perawatan Alocasia
Beberapa jenis Alocasia memang memerlukan perhatian dan perawatan khusus. Untuk menjaga penampilannya, tanaman ini memang perlu dirawat sebaik mungkin. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatannya:-
Penempatan tanaman
-
Pemilihan pot
-
Pergantian pot tanaman
- Siapkan tanaman yang akan diganti pot-nya;
- Lepaskan tanaman dari pot-nya dengan sangat hari-hati;
- Siapkan pot pengganti dan kemudian masukkan media tanam hingga ketinggian total dari dasar pot kira-kira 60 persen;
- Letakkan tanaman dalam pot;
- Tambahkan media tanam hingga mendekati bibit pot;
- Mampatkan media tanam dengan menekannya menggunakan tangan hingga berdiri kokoh;
- Siram media tanam, lalu letakkan ke tempat teduh selama 2-3 hari. Kamu dapat menambahkan vitamin dalam air demi menghindari stres pada tanaman.
-
Penyiraman
-
Pemupukan
-
Pemangkasan
-
Pembersihan daun