AKSIBRANTAS, Model Inovatif Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemulihan Kualitas Air Sungai
Klikhijau.com - Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Belum mendapat ruang yang cukup. Juga masih dibatasi dalam lembaga koordinasi formal. Jadinya akses informasi dan partisipasi p...
Klikhijau.com - Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Belum mendapat ruang yang cukup. Juga masih dibatasi dalam lembaga koordinasi formal. Jadinya akses informasi dan partisipasi pada masyarakat luas masih kurang.
Komposisi anggota forum koordinasi dari elemen masyarakat, perempuan dan anak seringkali belum terwakili. Pengelolaan sumber daya air masih didominasi oleh kepentingan korporasi dan pembangunan infrastruktur pengairan. Di mana seringkali mengabaikan pelibatan masyarakat dalam semua tahapan pelaksanakan program pengelolaan sumber daya air, sehingga memicu ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia serta dampak kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat lokal.
Salah satu tema yang membahas pelibatan penuh semua pemangku kepetingan adalah sesi tematik T1E2 tentang Penanganan Pencemaran Air dengan perencanaan berbasis sains dan pelibatan penuh semua stakeholder.
[irp]
Direktur ECOTON Dr. Daru Setyorini menjadi salah satu panelis yang memaparkan pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat komunitas peduli lingkungan agar mampu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya air, pemulihan kualitas air dan kerusakan sungai serta mengembangkan solusi lokal yang efektif mengurangi ancaman kerusakan sungai di daerahnya.
Menurut Daru, perempuan dan anak adalah kelompok yang rentan terdampak polusi lingkungan namun belum mendapat akses informasi dan partisipasi dalam pengelolaan sumber daya air. Untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya air terpadu dan partisipatif, ECOTON berkolaborasi dengan 5 lembaga di Belanda dan Indonesia dalam menginisiasi proyek pemulihan kualitas air Sungai Brantas.
“Salah satu tujuan proyek ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat di Sungai Brantas, khususnya perempuan dan anak dengan memberikan pelatihan pemantauan pencemaran dan kerusakan sungai melalui program Citizen Science dan menjalin koordinasi dan kolaborasi untuk menjalankan aksi solusi dengan pemerintah, lembaga pendidikan dan komunitas” ujar Daru.
[irp]