Aksi Cepat Hj. Ria Atasi Sampah Gowa, Dibayangi Potensi Masalah Baru

Aksi Cepat Hj. Ria Atasi Sampah Gowa, Dibayangi Potensi Masalah Baru
Bupati Gowa, Husniah Talenrang mengunjungi titik tumpukan sampah di jalan Tun Abdul Razak melalui bantuan Hj. Ria Efendi menangani tumpukan sampah. - Foto: Ist/Klikhijau.com
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali dihadapkan pada persoalan kronis yang sudah lama mengakar, tumpukan sampah di mana-mana. Data terkini menunjukkan kabupaten ini menghasilkan sekitar 403 ton sampah setiap hari, dengan estimasi mendekati 400 ton per hari pada 2026. 

Di kawasan padat penduduk Kecamatan Somba Opu, mulai dari Jalan Agus Salim, Macanda, hingga Lapangan Syekh Yusuf, sampah berserakan di tepi jalan, menyumbat drainase, bahkan menumpuk tepat di bawah papan yang jelas bertuliskan Jangan Buang Sampah Di sini.

Penyebabnya berlapis. Pada September 2026, 27 armada Dinas Lingkungan Hidup Gowa sempat berhenti beroperasi karena tunggakan pembayaran bahan bakar ke SPBU dan kesulitan akses ke tempat pembuangan akhir. Akibatnya, bau menyengat menyebar di berbagai titik. Praktik pembuangan liar masih marak

Dalam tekanan kondisi ini berbagai upaya dilakukan dalam merespons kronik dan polemik persampahan yang menyesakkan wilayah Gowa perkotaan hingga area pinggiran, langkah yang dianggap solusi datang dari salah satu warga Gowa yang menerjunkan 22 armada pengangkutan, 1 unit loader hingga menyiapkan lahan pribadinya untuk menjadi penampungan sementara, hal tersebut menuai apresiasi atas langkah yang diambil oleh Hj Ria Efendi, yang direspons berbeda dari pihak Fungsional Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku (Pusdal LH SUMA).

Pengusaha asal Gowa, Hj. Ria, merasa terpanggil untuk ikut serta membersihkan, karena sudah beberapa hari ini tanpa adanya penanganan dan telah menjadi bahan pembicaraan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan