Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Akhirnya Bebas, Ratusan Kura-kura Bernapas Lega di Pulau Bakut dan Kembang, Kalsel

Klikhijau.com - Setelah melalui proses panjang, 179 ekor kura-kura akhirnya dilepasliarkan di kawasan konservasi Kabupaten Barito Kuala, Rabu lalu, 30 April 2026. Pelepasliaran itu dilakukan oleh B...

Oleh Tim Redaksi 01 May 2026 13:37 2 menit baca
Klikhijau.com - Setelah melalui proses panjang, 179 ekor kura-kura akhirnya dilepasliarkan di kawasan konservasi Kabupaten Barito Kuala, Rabu lalu, 30 April 2026. Pelepasliaran itu dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemerintah Kabupaten dan Forpimda Kab. Barito Kuala, Balai Karantina Hewan Tumbuhan dan Ikan Kalsel, UPT Kemenhut, SKPD Kab dan Provinsi Kalimantan Selatan, Pelindo Sub Regional Kalimantan, Private Sector, Forpimcam, Kepala Desa serta kelompok masyarakat. Ratusan kura-kura tersebut adalah hasil sitaan Balai Karantina, yang dilepasliarkan terdiri dari 148 ekor kura-kura ambon (Cuora amboinensis), 29 ekor kura-kura pipi putih (Siebenrockiella crassicollis), dan 2 ekor biuku (Orlitia borneensis). [irp] Sebelum dilepasliarkan, seluruh satwa tersebut telah melalui proses identifikasi, observasi perilaku dan kesehatan, serta rehabilitasi untuk memastikan kesiapan kembali ke habitat alaminya. Ada dua lokasi pelepasliaran, yakni Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut. Di pulau ini, sebanyak 129 ekor dilepasliarkan. Sementara  TWA Pulau Kembang sebanyak 50 ekor yang dilepasliarkan. Pemilihan kedua kawasan tersebut, tidak asal-asalan. Keduanya memiliki karakteristik habitat yang sesuai, berupa ekosistem rawa dan aliran sungai yang mendukung kehidupan kura-kura. Kepala BKSDA Kalimantan Selatan, drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pelepasliaran ini merupakan bagian dari road to HKAN 2026. "Upaya konservasi tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua institusi saja. Kehadiran para pihak merupakan bentuk nyata sinergi antar instansi dalam mendukung pelestarian satwa liar," ungkapnya. [irp] Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, menyampaikan komitmennya untuk menjaga serta melestarikan lingkungan, khususnya di kawasan Pulau Bakut, melalui kerja sama berbagai pihak bersama masyarakat. "Hal ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi dan menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah tersebut," harapnya. Sedangkan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Selatan, Erwin A.M. Dabukke, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga kelestarian satwa liar dengan memastikan legalitas peredaran tumbuhan dan satwa liar. Kerja sama dengan BKSDA Kalsel selama ini telah berjalan dengan baik. Sinergi lintas sektor merupakan salah satu faktor penting dalam konservasi alam. Peringatan HKAN setiap tahunnya akan menjadi refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di Indonesia. (*) [irp]
Topik terkait
#kalimantan selatan #satwa liar #kawasan konservasi #kura-kura #konservasi satwa #pelestarian satwa liar