8 Konsekuensi Serius Perubahan Iklim dan Kenaikan Permukaan Air Laut

Klikhijau.com - Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut, jadi ancaman baru saat ini. Ancaman itu sangat nyata dan berbahaya. Sebab menyerang semua bidang kehidupan. Saat ini isu perubahan iklim...

8 Konsekuensi Serius Perubahan Iklim dan Kenaikan Permukaan Air Laut
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut, jadi ancaman baru saat ini. Ancaman itu sangat nyata dan berbahaya. Sebab menyerang semua bidang kehidupan.

Saat ini isu perubahan iklim memang sangat nyaring disuarakan, khususnya oleh pemerhati lingkungan. Selain karena sifal alaminya, pendorong utama lainnya dari perubahan iklim adalah aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan fosil.

Sementara kenaikan permukaan air laut disebabkan oleh banyak faktor yang kompleks, namun jika ditilik lebih dalam. Ada dua faktor utamanya, yakni ekspansi termal, yaitu air laut menghangat dan mengembang dan kontribusi lapisan es, misalnya meningkatnya pencairan lapisan es,  es laut, hingga gletser

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh mahasiswa geografi Universitas Cincinnati bekerja sama dengan Distrik Konservasi Kabupaten Hamilton menemukan banyak konsekuensi dari perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut.

Penelitian yang dipimpin oleh Man Qi, seorang mahasiswa doktoral di UC College of Arts and Sciences  mengungkapkan ada 8 konsekuensi  dari perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut:



  • Intrusi air asin



Saat permukaan laut naik, air asin dapat menyusup ke sumber air tawar, termasuk sungai, akuifer, dan sumur, menjadikannya tidak cocok untuk minum, pertanian, dan keperluan industri.

Hal ini dapat memperburuk masalah kelangkaan air di banyak kota, terutama yang sudah berjuang dengan pengelolaan air.

Padahal kita semua tahu, air tawar adalah kebutuhan maha penting bagi manusia. Ketiadaannya akan jadi bencana yang sangat serius.



  • Gangguan ekosistem



Perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut dapat mengganggu ekosistem pesisir, menyebabkan hilangnya habitat dan layanan penting, seperti perlindungan banjir alami dari lahan basah dan penyangga gelombang badai dari pulau penghalang.



  • Kehilangan tanah



Kota-kota pesisir mungkin mengalami kehilangan tanah akibat erosi, perendaman, dan genangan permanen saat permukaan air laut naik. Hal ini dapat menyebabkan perpindahan penduduk, kehilangan properti, dan menyusutnya basis pajak, memberikan tekanan tambahan pada anggaran pembangunan dan biaya pemeliharaan.


  • Risiko kesehatan masyarakat



Suhu yang lebih hangat terkait dengan perubahan iklim dapat memperburuk polusi udara dan memfasilitasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti malaria dan demam berdarah.

Selain itu, kejadian panas ekstrem dapat menyebabkan stres akibat panas, dehidrasi, dan penyakit terkait panas, terutama di kalangan populasi rentan seperti manula, anak-anak, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.



  • Banjir



Banjir telah jadi hal yang terkesan lumrah. Setiap hujan, meski sesaat, khususnya di kota-kota besar akan terjadi banjir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2