3 Individu Orangutan Dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun
Klikhijau.com - Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat kedatangan 3 individu primata berjenis Orangutan Kalimantan. Ketiga orangutan ini telah sejak lama berada dalam kondisi konservasi rumaha...
Klikhijau.com - Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat kedatangan 3 individu primata berjenis Orangutan Kalimantan. Ketiga orangutan ini telah sejak lama berada dalam kondisi konservasi rumahan. Setelah dianggap telah mampu beradaptasi kembali dengan habitatnya, para orangutan ini kemudian dilepasliarkan.
Ketiga individu orangutan ini bernama Ribang yang berjenis kelamin Jantan, Leon berjenis kelamin jantan dan Viko berjenis kelamin betina. Ketiga kerabat mamalia ini termasuk dalam jenis pongo pygmaeus atau orangutan kalimantan.
Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerjasama antara Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS).
Lokasi pelepasliaran primata ini dilaksanakan di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Padua Mendalam, Resort Nanga Hovat tepatnya di Hutan Blok Sungai Rongun Sub DAS Mendalam yang secara administratif lokasi pelepasliaran masuk wilayah Desa Datah Dian, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Sebelumnya, ketiga orangutan ini merupakan hasil penyerahan dari masyatakat setempat kepada YPOS di Kabupaten Katingan, Kalimanatan Tengah dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Secara berurut, ketiga primata ini dikonservasi sejak 2013 dan 2015 silam.
Sejauh ini, menurut keterangan KLHK, telah dilakukan setidaknya 7 kali aktivitas pelepasliaran di sekitar wilayah hutan TNBK. Pelepasliaran telah menyelamatkan sebanyak 16 individu orangutan kembali ke habitat asalnya.
“Pelepasliaran kali ini merupakan pelepasliaran putaran ke-7 (tujuh) di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Sub DAS Mendalam. Mulai dari tahun 2017 sampai tahun 2021 sekarang ini sudah dilakukan pelepasliaran sebanyak 13 individu, ditambah dengan ketiga Individu Orangutan ini menjadi 16 individu Orangutan,” dijelaskan dalam rilis KLHK.
[irp]
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan pelepasliaran orangutan Kalimantan ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah populasi orangutan yang kian terancam di habitat aslinya.
Pihak pengelolan taman nasional bersama YPOS tetap akan melakukan pemantauan terhadap ketiga individu orangutan ini untuk mengetahui perkembangan satwa dilindungi.
Melalui pelepasliaran ini, pihak pengelola taman nasional berharap agar habitat dan populasi orangutan tetap terjaga dan dapat berkembangbiak agar spesiesnya dapat terhindar dari ancaman kepunuhan.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bentarum, Ir. Arief Mahmud, M.Si menjelaskan, “Orangutan tempatnya bukan di rumah bersama manusia tetapi rumahnya ada di dalam hutan, TNBK merupakan rumah yang ideal bagi Orangutan untuk bisa hidup dan berkembangbiak,” jelasnnya.
[irp]