Wiratno: Konservasi Alam Bukan Sekadar Pekerjaan, Tapi Jalan Hidup

Klikhijau.com - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK. Berkomitmen untuk memberikan kesempatan para pihak untuk bersama-sama melakukan pengelolaan sumber daya alam...

Wiratno: Konservasi Alam Bukan Sekadar Pekerjaan, Tapi Jalan Hidup
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK. Berkomitmen untuk memberikan kesempatan para pihak untuk bersama-sama melakukan pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem. Baik di kawasan konservasi maupun di luar kawasan konservasi.

Hal ini dilakukan untuk mencapai target pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan bidang KSDAE Tahun 2020.

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menyampaikan pelibatan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi merupakan salah satu dari 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi.

"Masyarakat sebagai subjek, jadi masyarakat itu diposisikan sebagai subjek atau pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan," ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Lingkup Ditjen KSDAE Tahun 2019 di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

Kemudian cara itu harus mempertimbangkan prinsip–prinsip penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. Kerja sama lintas Eselon 1 di Kementerian KLHK. Kerja sama lintas kementerian/lembaga, penghormatan nilai budaya dan adat, kepemimpinan multilevel, pengambilan keputusan berbasis sains, pengelolaan berbasis resort, adanya penghargaan dan pendampingan, serta menjadi organisasi pembelajar atau Learning Organization.

Wiratno juga berpesan agar jajarannya lebih memperhatikan sisi-sisi kemanusiaan dari kerja konservasi, dis amping menguasai lapangan dan ketersediaan data.

Harus turun ke lapangan

"Harus sering turun ke lapangan, dengarkan masyarakat, kalau ada masalah, selesaikan bersama-sama," pesan Wiratno kepada jajarannya.

"Konservasi alam bukan hanya sekadar pekerjaan. Ia adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan kepada kita. Maka bersyukurlah dengan cara bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas dalam menjalaninya," imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, bahwa selain turun ke lapangan, juga perlu adanya cara kerja dan berfikir yang baru yaitu Adaptif, Produktif, Inovatif, dan Kompetitif (APIK).

Pada kesempatan tersebut, Bambang mengingatkan kembali Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

"Bapak Presiden menyampaikan kondisi di lapangan agar terjadi konektivitas. Pada kawasan konservasi sudah terlihat sekarang koneksinya dengan pariwisata. Selain itu, investasi dalam hal ini perizinan di kawasan konservasi tidak boleh ada hambatan," ujarnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2