Tidak Mengejar Jumlah Produksi, Pakar Pertanian sebut Agroekologi di Salassae Bukti Pertanian Perlu Keseimbangan Ekosistem

Tidak Mengejar Jumlah Produksi, Pakar Pertanian sebut Agroekologi di Salassae Bukti Pertanian Perlu Keseimbangan Ekosistem
Akademisi dan Pakar Pertanian Universitas Islam Makassar, Dr. Ir. Suardi Bakri, M.P (Kanan), - Foto: Ist
Bacakan Artikel
Nur Adriani

Mahasiswa Magang dari Prodi Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Klikhijau.com - Sistem pertanian nasional masih berfokus pada kejar target produksi tanpa memedulikan dampak lingkungan, petani Desa Salassae di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) justru menawarkan jawaban yang membuat kita berhenti sejenak memahami cara mereka bertani. Mereka mengembangkan pertanian alami sebagai langkah nyata mewujudkan sistem pangan berkelanjutan dan bebas bahan kimia sintetis.

Melalui Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), petani membangun ruang belajar bersama untuk menerapkan pertanian alami dan mengembangkan kemandirian masyarakat desa.

Secara ilmiah, kami menemukan banyak penelitian menyebutkan Desa Salassae merupakan salah satu lumbung padi kabupaten Bulukumba, yang memiliki potensi sawah seluas sekitar 100 Ha. Sebagian besar penduduk desa ini adalah petani.

Persawahan di Desa Salassae diairi oleh irigasi Non Teknis, sehingga sawah hanya mampu berproduksi dua kali dalam setahun. Berbeda dengan sawah di tempat lain yang dipaksa secara terus menerus untuk bisa tiga kali panen setahun, menjadikan tanah tak sempat bernapas. Mengapa tanah perlu jeda, untuk bernapas, sepertinya kita perlu mengingat hal ini sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kebelangsungan tanah pertanian, Dalam ilmu pertanian, istilah "tanah bernapas" bukan sebatas kiasan, melainkan fenomena ilmiah yang dikenal sebagai respirasi tanah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan