Tertinggi di Asia Tenggara, Indonesia Darurat Sampah Elektronik 1,9 Juta Ton, Lintasarta dan EwasteRJ Dorong Ekonomi Sirkular

Tertinggi di Asia Tenggara, Indonesia Darurat Sampah Elektronik 1,9 Juta Ton, Lintasarta dan EwasteRJ Dorong Ekonomi Sirkular
Tertinggi di Asia Tenggara, Indonesia Darurat Sampah Elektronik 1,9 Juta Ton, Lintasarta dan EwasteRJ Dorong Ekonomi Sirkular, - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Pengelolaan limbah dalam program ini dipastikan tidak hanya berhenti pada tahap pengumpulan. Lintasarta dan EwasteRJ membagi alur penanganan berdasarkan kondisi teknis perangkat. Gawai yang masih berfungsi akan melewati proses identifikasi untuk perbaikan (refurbishment) atau guna ulang (second life). Sementara itu, perangkat yang telah habis masa pakainya akan dibongkar untuk dipilah komponen serta material berharganya.

Limbah elektronik menuju karya seni

Uniknya, sebagian material hasil pemulihan limbah elektronik tersebut akan ditransformasikan menjadi karya seni edukatif berbentuk Garuda dan Peta Indonesia dengan tema Unity in Action. Karya ini menjadi simbol kolaborasi sekaligus medium visual untuk mengedukasi publik mengenai potensi ekonomi sirkular.

Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, menyampaikan bahwa pengelolaan e-waste memerlukan ekosistem yang berkelanjutan dari hilir ke hulu.

"E-waste adalah bagian dari siklus hidup teknologi. Di dalam perangkat yang sudah tidak digunakan masih terdapat komponen dan material yang memiliki nilai. Melalui kolaborasi seperti #AksiCintaBumi, kita ingin memastikan perangkat tersebut masuk ke ekosistem yang tepat—untuk digunakan kembali ketika masih memungkinkan, dipulihkan materialnya, dan dikembalikan ke dalam siklus yang produktif," ujar Rafa.

Guna memperluas jangkauan edukasi, program yang menjadi bagian dari pilar Lintasarta Peduli Negeri ini turut melibatkan pelajar dan mahasiswa. Kampanye pengumpulan dan pemilahan limbah ini merangkul Universitas Indonesia, SMA Labschool Cirendeu, komunitas Trash Ranger Indonesia, serta para environmental creators.

Melalui sinergi antara pelaku industri, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum, pemanfaatan kembali gawai bekas diharapkan menjadi standar baru pengelolaan limbah teknologi di Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2