Tentang Kebisingan Laut, Ancaman, Sumber, dan Solusinya
Klikhijau.com – Aktivitas manusia telah memicu beragam masalah lingkungan. Bukan hanya di darat, tetapi juga di laut. Salah satu masalah yang dihadirkan di laut adalah kebisingan laut. Kebisingan l...
Klikhijau.com – Aktivitas manusia telah memicu beragam masalah lingkungan. Bukan hanya di darat, tetapi juga di laut.
Salah satu masalah yang dihadirkan di laut adalah kebisingan laut. Kebisingan laut ini secara luas mengacu pada kebisingan yang dibuat oleh aktivitas manusia.
Aktivitas yang dapat menghalangi kemampuan hewan laut untuk mendengar suara alam di lautan.
Kebisingan laut dapat pula menyebabkan perubahan pada lingkungan akustik dan menambah stres bagi kehidupan laut.
[irp]
Ada beberapa jenis tingkatan kebisingan laut, yakni dapat berupa suara dengan frekuensi rendah, sedang, atau tinggi. Suara-suara ini dikaitkan dengan berbagai jenis peralatan yang digunakan oleh manusia.
Selain mengganggu aktivitas biota laut, kebisingan juga dapat menyebabkan hilangnya habitat dan dapat memperpanjang jalur migrasi jika terlalu mengganggu.
Kenapa demikian, sebab kehidupan laut juga dapat terpengaruh secara tidak langsung jika mereka tetap tinggal, tetapi mangsanya meninggalkan area tersebut karena gangguan kebisingan.
Tidak hanya itu, tetapi juga dapat menutupi komunikasi antara hewan air dan mengurangi kemampuan mereka untuk menemukan mangsa atau waspada terhadap pemangsa.
Jika ini terus berlangsung, maka dapat berdampak, tidak hanya sekadar gangguan, semisal cedera, tetapi juga kematian.
Efek lain yang terpantau terhadap kehidupan laut adalah stres, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan gangguan perilaku.
[irp]
Sumber masalah
Sumber kebisingan suara laut buatan manusia termasuk kapal pengiriman, sistem sonar, survei seismik, latihan militer, dan konstruksi bawah air. Parahnya fakta ini (kebisingan antropogenik) telah meningkat selama bertahun-tahun, bahkan berlipat ganda setiap dekade di beberapa wilayah di dunia. Hal itu disebabkan karena perluasan pelayaran komersial, pengeboran lepas pantai, dan aktivitas manusia lainnya. Sedangkan mamalia laut sangat bergantung pada suara untuk komunikasi, navigasi, dan mencari makanan. Karenanya ini menjadi ancaman yang signifikan. Polusi kebisingan laut juga dapat berdampak pada ikan dan invertebrata, memengaruhi kemampuan mereka untuk berkomunikasi, mencari mangsa, dan menghindari pemangsa. Upaya penelitian dan pemantauan sedang berlangsung untuk memahami dampak polusi suara laut dengan lebih baik dan mengembangkan strategi yang efektif untuk pengurangannya. [irp]Apa yang bisa dilakukan?
Satu-satunya cara pasti untuk menurunkan risiko dampak adalah pengurangan kebisingan—misalnya, mengurangi jumlah polusi suara yang masuk ke lingkungan laut sejak awal. Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi kebisingan yang dipancarkan pada sumbernya, dan dengan mengurangi jumlah aktivitas yang menimbulkan kebisingan. Sebuah studi yang mengamati pengurangan kebisingan ditetapkan untuk menentukan tindakan pengurangan kebisingan desain terbaik, menyimpulkan bahwa, "secara umum, tindakan kebijakan untuk mengelola pencemaran lingkungan dapat dikategorikan sebagai pendekatan perintah-dan-kontrol atau tindakan berbasis insentif. Hal lain yang bisa dilakukan, yakni:-
Meningkatkan kesadaran diri
-
Mengurangi kebisingan pribadi
-
Menggunakan perahu yang tenang, kurang berisik
-
Menggunakan penangkap ikan bertanggungjawab
-
Mendukung kawasan perlindungan laut
-
Mendukung organisasi yang bekerja untuk pengurangan kebisingan
-
Mendukung peraturan dan kebijakan
-
Membeli barang lokal