Tentang Agrosilvofishery, Pemanfaatan Lahan yang Lebih Ramah Lingkungan
Klikhijau.com - Agrosilvofishery merupakan sistem usaha tani atau penggunaan lahan yang mengintegrasikan potensi sumber daya dan budidaya pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam satu lahan. Pener...
Klikhijau.com - Agrosilvofishery merupakan sistem usaha tani atau penggunaan lahan yang mengintegrasikan potensi sumber daya dan budidaya pertanian, kehutanan, dan perikanan dalam satu lahan.
Penerapan metode ini bukan hanya memberi manfaat ekologi saja. Tetapi juga memberi manfaat ekonomi.
Agrosilvofishery adalah upaya pemanfaatan lahan lebih ramah lingkungan karena tidak mengubah ekosistem rawa gambut secara radikal. Cara ini tetap mempertahankan sumber daya awal, efisiensi pemanfaatan lahan, serta diversifikasi komoditas dan pendapatan.
Penerapan pola ini diharapkan dapat membentuk pola pemanfaatan lahan rawa gambut menetap yang efisien, intensif, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
[irp]
Cara ini dapat diterapkan secara intensif atau semi intensif tergantung dari lokasi, luas lahan dan tujuan pengembangannya. Pola agrosilvofishery intensif dapat dikembangkan pada lahan rawa yang dekat dengan pasar atau pusat pelayanan dan pemukiman.
Dilansir dari Antara, Bastoni, Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan agrosilvofishery dapat diintegrasikan ke dalam upaya restorasi gambut dalam pengelolaannya dengan mengandalkan kesatuan hidrologi gambut (KHG) sebagai bentuk non -penggunaan situs yang merusak.
Bastoni menjelaskan dalam diskusi online BRIN yang diikutinya, Kamis, 17 April kemarin, bahwa di dalam KHG terdapat fungsi ekosistem gambut yang mencakup perlindungan minimal 30% kawasan KHG dan budidaya maksimal 70%.
"Tentu kita hanya mensyaratkan area-area fungsi budidaya pada lahan rawa mineral sampai rawa gambut dengan kedalaman kurang dari satu setengah meter," katanya.
[irp]