Tanpa Disadari, Pakaian Kita Mencemari Lautan
Klikhijau.com – Saya akan memulai tulisan ini dengan kalimat yang menyebutkan bahwa pakaian adalah salah satu pencemar terparah dan membawa malapetaka bagi lingkungan. Pada beberapa negara di dunia, p...
Klikhijau.com – Saya akan memulai tulisan ini dengan kalimat yang menyebutkan bahwa pakaian adalah salah satu pencemar terparah dan membawa malapetaka bagi lingkungan. Pada beberapa negara di dunia, pakaian mempengaruhi kesehatan manusia dan satwa liar dengan dampak yang mengerikan.
Di lepas pantai Tarragona di timur laut Spanyol misalnya, perairannya dipenuhi oleh mikroplastik. Penelitian terbaru menemukan bahwa sebagian besarnya berasal dari serat pakaian.
Ketika berbelanja, beberapa dari kita tak bertanya pakaian itu terbuat dari apa. Kebanyakan hanya memikirkan seberapa lucu atau nyamannya dikenakan. Benar kan?
Begitu banyak yang tak menyadari jika sebagian besar barang yang kita kenakan itu terbuat dari plastik. Serat sintetis yang ditenun untuk membuat legging poliester dan pakaian olahraga tahan keringat.
[irp posts="8285" name="3 Hal Sederhana yang Dapat Dilakukan untuk Menjaga Lingkungan"]
Dikutip dari Grandviewresearch.com, pasar serat sintetis bernilai lebih dari $ 51 miliar secara global pada tahun 2016. Dan industri ini diperkirakan akan terus tumbuh.
Bukan hanya pada pakaian, perabot rumah tangga lainnya seperti tempat tidur, selimut, pelapis, penutup dinding, perabotan rumah yang lembut, karpet, dan produk sejenis lainnya juga membutuhkan serat-serat ini.
Hal ini tentu merupakan masalah bagi lingkungan. Begitulah penelitian baru ini mengingatkan kita.
Sementara, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bagaimana pakaian bisa mengirim mikroplastik ke dalam air.
Tetapi baru sedikit ekosistem tertentu untuk melihat berapa banyak polusi mikroplastik berasal dari apa yang kita kenakan.