Strategi Penyelamatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Klikhijau.com – Keanekaragaman hayati (biological diversity) atau disebut dengan singkat biodiversity adalah keberagaman di antara makhluk hidup dari semua ekosistem, termasuk daratan, laut dan perair...

Strategi Penyelamatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Bacakan Artikel

Setiap pihak wajib mematuhi good governance dan rencana tata ruang yang berbasis ekosistem agar segala mekanisme yang dirancang mendukung pencapaian tujuan dengan efektif. Australia, Amerika dan Belanda adalah tiga negara yang menerapkan aturan kewajiban biodiversity offset bagi perusahaan yang memiliki dampak negatif terhadap Kehati.



  • Penguatan peran pemerintah RI



Pemerintah Republik Indonesia (RI)  dan negara kaya Kehati lainnya perlu mengambil posisi  mendukung ditetapkannya kebijakan No Net Loss atau Net Positive Impact on Biodiversity dalam Convention on Biological Diversity (CBD).

Meskipun tujuan umumpenyelamatan Kehati di tingkat global sudah ditetapkan oleh CBD, mekanisme dan target-target spesifik penyelamatan Kehati belum ada.

Di bawah payung No Net Loss atau Net Positive Impact, kata Mubariq, perlu diatur agar setiap produksi barang, ataupun pengembangan real estate dan infrastruktur diwajibkan membeli kredit Kehati atau mensponsori konservasi ataupun restorasi ekosistem untuk keanekaragaman hayati.

Meski strategi di atas dijalankan, ada hal yang cukup mencemaskan yakni kebijakan pembangunan nasional di Indonesia serta tata kelola sumber daya alam belum mampu melindungi Kehati dari ancaman kepunahan.

Oleh sebab itu, lanjut Mubariq, sudah saatnya sektor swasta juga aktif berperan memberikan solusi, didukung oleh reorientasi kebijakan pemerintah dan investasi untuk menjamin bahwa konservasi Kehati dan restorasi ekosistem lebih menguntungkan.

Di samping itu, pemerintah tidak boleh lengah dari kerentanan masyarakat miskin di pedesaan yang sebenarnya menjadi pemelihara keanekaragaman hayati dan penyedia jasa lingkungan. Itulah strategi penyelamatan keanekaragaman hayati di Indonesia, semoga bermanfaat!

*Referensi: Artikel Mubariq Ahmad berjudul “No Net Loss! Strategi Mempertahankan Keanekaragaman Hayati” dalam buku “Pembangunan Berkelanjutan, Peran dan Kontribusi Emil Salim. Hal, 303. Gramedia, Jakarta.2010.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2