Spektakuler, Jatim Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Klikhijau.com - Beban sampah plastik yang melanda Indonesia memang perlu inovasi. Tidak hanya itu, diperlukan juga kebijakan dan teknologi mutakhir. Inovasi progresif atasi beban sampah dilakukan G...
Klikhijau.com - Beban sampah plastik yang melanda Indonesia memang perlu inovasi. Tidak hanya itu, diperlukan juga kebijakan dan teknologi mutakhir.
Inovasi progresif atasi beban sampah dilakukan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Dalam waktu dekat, Jatim akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTLSa).
Hari ini, Khofifah datang ke PT Mega Surya Eratama di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto terkait progres proyek inovatif ini.
"Tujuan kami ke sini ingin melihat penjajakan rencana proses untuk menyiapkan dari sampah plastik menjadi energi listrik," kata Khofifah, Senin (15 Juni 2019).
Didampingi Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno serta Direktur Utama PT Mega Surya Eratama, Eric Saputra, Gubernur Khofifah meninjau pabrik kertas tersebut.
[irp posts="6676" name="Dampak Pemakaian Mesin Diesel Pada Kesehatan Manusia, Klik Ini!"]
"Pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik menjadi Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dan sudah dibahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di DPRD Jatim. Kami berharap energi terbarukan atau energi nonfosil di Jawa Timur ini mencapai 16,8 persen tahun 2025 nanti. Nah, di antara energi nonfosil, hari ini kita ke sini untuk melihat bahwa sampah plastik bisa menjadi energi listrik," jelasnya.
Pabrik dengan luas 29 hektar itu akan menjadikan sampah plastik menjadi energi listrik. Kabarnya, mesin tersebut bakal menghasilkan listrik 7,8 megawatt yang mesinnya didatangkan dari luar negeri.
Mesin itu menggantikan mesin pembangkit listrik tenaga batubara dan akan mulai beroperasi pada Agustus 2019 mendatang.
"Kalau ini jalan di Agustus. Kesepakatan kami dengan owner pabrik serta Kepala Dinas ESDM, kami akan mengkomunikasikan dengan ITS. Kalau ITS bisa replikasi mesin ini, akan sangat bermakna bagi penyiapan energi baru atau nonfosil," terangnya.