SMPN Satap 13 Bulukumba Jadikan Danau Lurayya sebagai Laboratorium Alam
Klikhijau.com - Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah adalah guru. Begitulah prinsip sebuah kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah di hulu Sungai Balantieng ini. Sekolah tida...
Klikhijau.com - Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah adalah guru. Begitulah prinsip sebuah kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah di hulu Sungai Balantieng ini.
Sekolah tidak terbatas dalam sebuah bangunan yang dikelilingi dinding beton. Sekolah bisa dilakukan dimana saja, di hutan, di sungai, di kebun, di pasar, di pantai, bahkan di danau, anak-anak bisa memanfaatkan alam sebagai fasilitas belajar.
Terletak di Desa Kahayya, SMPN 13 Satap Bulukumba sangatlah dekat dengan alam. Apalagi berlokasi di lembah yang dikelilingi gunung Lompobattang dan gunung Bawakaraeng yang diberkahi keragaman tanaman dan satwa yang beragam. Melatarbelakangi SMPN Satap 13 Bulukumba membangun pembelajaran yang kontekstual. Mendekatkan dan membangun erat siswa dengan kondisi di lingkungan yang ada di Desanya.
Dari situlah akhirnya SMPN Satap 13 Bulukumba menjadikan Danau Lurayya yang berada di Desa Kahayya sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran siswa. Jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah sehingga memudahkan akses para siswa untuk menuju lokasi laboratorium alam.
Di Danau Lurayya, ada mata air yang mengalir ke Sungai Balantieng, terdapat ikan sidat, ragam tanaman serta burung. Maka di sinilah pembelajaran IPA dan sejarah diberikan kepada para siswa.
[irp]
Sulkifli, guru IPA SMPN Satap 13 Bulukumba mengungkapkan bahwa di SMPN Satap 13 Kahayya sedang mengembangkan pembelajaran yang bersinggungan langsung dengan alam.
“Pembelajaran IPA memang sangat asyik jika dilakukan langsung di alam. Kondisi Danau Lurayya yang menyimpan banyak ilmu pengetahuan membuat para siswa tidak merasa jenuh dan mereka dapat menyadari bahwa pelajaran di sekolah bisa diterapkan langsung oleh mereka. Selain itu, pembelajaran ini juga menumbuhkan kebanggaan mereka terhadap tempat tinggal mereka yang sangat alami lingkungannya dan harus dijaga bersama" ungkap Sulkifli.
Sulkifli menambahkan bahwa sebelumnya telah dilakukan pembelajaran pemantauan kualitas air di Danau Lurayya pada kegiatan biomonitoring atau pengamatan serangga air yang ditemukan sekitar 12 jenis serangga air masuk dalam kategori sungai sehat.
[irp]
[caption id="attachment_31767" align="alignnone" width="1000"] Aksi bersih lingkungan di sekitar Danau Lurayya-foto/Ecoton[/caption]