Sisca dan Wahid, Beri Kado Indah di Hari Gajah Sedunia dan HUT RI ke 75
Klikhijau.com – Hari gajah sedunia atau World Elephant Day diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Karenanya pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai gajah sumatra. Gajah sumatra perlahan tapi pa...
Klikhijau.com – Hari gajah sedunia atau World Elephant Day diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Karenanya pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai gajah sumatra.
Gajah sumatra perlahan tapi pasti kian terdesak ke jurang punah. Sekitar 83% habitatnya telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif dan massif.
Gajah sumatra atau Elephas maximus sumatranus adalah subspesies dari gajah asia yang hanya berhabitat di Pulau Sumatra.
Itu artinya gajah jenis ini merupakan satwa endemik Indonesia. Gajah sumatra berbeda dengan gajah Afrika atau gajah Asia yang lain dari segi postur tubuh.
Satwa endemik Indonesia itu berpostur lebih kecil. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam.
[irp]
Dari hasil survie pada tahun 2000, diperkirakan hanya sekitar 2000 sampai 2700 ekor gajah sumatra yang tersisa di alam liar.
Ancaman terbesar kepunahan gajah sumatra adalah manusia. Sebanyak 65% populasi gajah sumatra lenyap akibat dibunuh manusia, dan 30% kemungkinan dibunuh dengan cara diracuni oleh manusia.
Di Indonesia, gajah sumatra merupakan mamalia terbesar. Beratnya mencapai 6 ton dan tumbuh setinggi 3,5 meter pada bahu. Untuk usia sendiri, gajah sumatra terbilang panjang, yakni rata-rata 70 tahun.
Meski menjadi satwa ‘kebanggaan’, tapi status kelangkaan hewan ini telah dinyatakan kritis atau critically endangered sejak lebih dari satu dekade lalu.
Iya, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menaikkan ‘kelas’ gajah sumatra sebagai spesies yang kritis atau critically endangered, setelah sebelumnya spesies ini masuk dalam kelas endangered atau terancam.
Padaha gajah ini dan gajah Kalimantan termasuk dalam jenis hewan yang dilindungi di dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kemudian, juga diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Gajah merupakan satwa yang sangat cerdas dan memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan mamalia darat lain.
[irp]
Telinga yang cukup besar membantu gajah mendengar dengan baik dan membantu mengurangi panas tubuh.
Belalainya digunakan untuk mendapatkan makanan dan air dengan cara memegang atau menggenggam bagian ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup.
Saat ini, total keseluruhan gajah sumatra yang herbivora raksasa ini di bawah naungan Lembaga Konservasi ada 480 ekor.