Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Selamat Hari Ibu, Begini Makna Filosofis Antara Ibu dan Bumi!

Klikhijau.com – Hari ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember bagi masyarakat Indonesia. Ini adalah momentum penting yang menjadi simbol kecintaan anak pada ibunya. Karenanya, momentum ini dihias...

Oleh Tim Redaksi 22 Dec 2020 04:24 3 menit baca
Klikhijau.com – Hari ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember bagi masyarakat Indonesia. Ini adalah momentum penting yang menjadi simbol kecintaan anak pada ibunya. Karenanya, momentum ini dihiasi dengan ucapan selamat pada para ibu yang telah berjuang membesarkan anak-anak dengan cinta kasih. Hari ibu juga dimaknai dengan kelestarian bumi. Mengapa demikian? Hal itu karena ibu atau perempuan identik dengan bumi. Kata bumi sendiri berkonotasi perempuan. Bumi tempat pohon berpijak menghujamkan akarnya. Karena itu pula, bumi, perempuan dan pohon ibarat satu kesatuan makna yang memiliki pesan mendalam. Bumi yang memberikan kehidupan seluruh mahkluk hidup di dunia ini. Manusia memenuhi hajat hidupnya seperti makan dan minum dari sari-sarinya bumi lewat flora-fauna maupun air. Sebagaimana bumi, perempuan juga simbol kelangsungan kehidupan, pertumbuhan keberlanjutan. [irp] Dalam filosofi dasar nusantara dikenal suatu istilah “Memayu hayuning bawana” yang artinya menyelamatkan dan mensejahterakan alam semesta. Karena itu pula, untuk menanamkan sikap saling menghargai antar sesama (manusia dan alam), nenek moyang kita menamakan bumi dengan ibu, sedangkan angkasa atau langit dinamai ayah atau bapak. Bumi adalah ibu atau ibu pertiwi atau seringpula dinamai ibu Shinta. Hal ini memiliki nilai filosofis mendalam bahwa bumi adalah tempat jiwa-jiwa terlahir dan bertumbuh, sekaligus tempat segala jasad berpulang. Bumi memberikan kehidupan, sebagai sebuah cinta pada makhluk, termasuk manusia. Manifestasi cinta dari bumi juga menjelaskan tentang cinta seorang ibu atau perempuan yang juga rela berkorban dan berjuang untuk anak-anak dan keluarganya.
Ibu identik dengan bumi
Leluhur kita mengajarkan bagaimana menghargai bumi dalam segala tindakan dan aksi kita hingga ke hal-hal paling sederhana seperti pantang meludah langsung ke bumi. Lalu, dalam praktik yang lebih luas, bumi mesti dijaga dan dikelola dengan bijaksana. [irp] Tidak melakukan ekspolitasi berlebihan tanpa adab dan juga terus bergerak melestarikannya. Dalam menjalankan praktik pembangunan bernegara, lingkungan merupakan barometer penting yang harus jadi perhatian agar impelementasi pembangunan tidak barbar dan merusak sumber daya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, memaknai ibu dan bumi sebagai kesatuan makna yang amat filosofis. Melalui akun Instagram resmi KLHK, Siti Nurbaya mengucapkan selamat Hari Ibu 22 Desember dengan pesan betapa ibu sangatlah identik dengan bumi. “Banyak adat dan budaya bangsa di dunia yang menganggap alam sebagai ibu bagi mereka. Penyebutan bumi pun sangat identik dengan ibu dimana hubungan bumi dan manusia ibarat ibu dengan anak. Saling menyayangi, mengasihi dan memberi kehidupan,” kata Siti Nurbaya. Karenanya, lanjut Siti, sangat tepat bila ibu atau kaum perempuan mempunyai peran yang sangat besar merawat dan menjaga bumi. “Karena bumi dan ibu dapat memberikan kedamaian dan kesejahteraan. Ibu adalah juru tanam peradaban. Terima kasih atas jasa dan pengorbananmu. Selamat Hari Ibu,” pesan Menteri LHK. [irp]
Topik terkait
#siti nurbaya #hari ibu #22 desember