Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Flora dan fauna

Selain Burung, 4 Satwa Liar Dilindungi Ini Juga Banyak Beredar di Pasar Ilegal Sulsel

Klikhijau.com – Satwa liar dilindungi yang banyak beredar di pasar ilegal khususnya di Sulawesi Selatan didominasi oleh jenis burung. Selain, burung ada 4 satwa liar lainnya yang juga perlu dikenali k...

Oleh Anis Kurniawan 14 May 2020 22:34 3 menit baca
Klikhijau.com – Satwa liar dilindungi yang banyak beredar di pasar ilegal khususnya di Sulawesi Selatan didominasi oleh jenis burung. Selain, burung ada 4 satwa liar lainnya yang juga perlu dikenali karena termasuk kategori langka dan dilindungi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan mencatat ada 4 jenis satwa liar dilindungi lainnya yang banyak dijumpai di pasar ilegal. Yuk kenali dengan mengamati ciri dan sebarannya!
  1. Anoa dataran rendah
[caption id="attachment_1085" align="alignnone" width="800"] Anoa Sulawesi[/caption] Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Jenis ini menghuni hutan dataran rendah pada ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui mulai dari hutan pantai sampai hutan pegunungan. Dapat pula dijumpai di hutan yang berbatasan langsung dengan kebun. Ciri-ciri anoa dataran rendah antara lain: warna tubuh hitam kecoklatan sampai hitam legam dan rambut lebih jarang. Panjang badan 1600 -1720 mm, tinggi pundak 690-300 mm dan bobot badan 150-300 kg. Ekor relatif lebih panjang yaitu 180-310 mm. [irp]
  1. Anoa gunung
[caption id="attachment_14843" align="alignnone" width="448"] Anoa gunung - Foto/Twitter.com[/caption] Anoa gunung (Bubalus quarlesi), tersebar di Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Jenis ini hidup di hutan-hutan yang lebat. Dekat dengan aliran air/sungai, danau, rawa-rawa, sumber air panas yang mengandung mineral dan di sepanjang pantai. Warna rambutnya coklat kemerahan, tebal, agak ikal/keriting mirip rambut domba. Warna kaki menyerupai warna bagian tubuhnya. Tanduk melengkung dan tidak beratur, sedangkan ekornya relatif lebih pendek.
  1. Monyet dare
[caption id="attachment_14844" align="alignnone" width="448"] Monyet dare - Foto/BBKSDA Sulsel[/caption] Monyet dare (Macaca maura) hidup di hutan primer atau sekunder seperti di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) Kabupaten Maros-Pangkep yang memiliki ekosistem karst. Panjang tubuh sekitar 500-690 mm, panjang ekor 30-35 mm dengan berat berkisar antara 5 hingga 6 kg. Warna rambutnya bervariasi, mulai dari coklat muda hingga coklat kehitaman dengan warna pucat di bagian tunggingnya. Bantalan tunggingnya berwarna hitam dan berbentuk oval. [irp] Tersebar mulai dari Bontobahari di Bagian Barat Daya Semenanjung Sulawesi Selatan hingga ke utara sampai di Danau Tempe (sekitar Sakholi dan Matoangin).
  1. Rusa Timor
[caption id="attachment_11185" align="alignnone" width="447"] BBKSDA Sulsel dan PT Pertamina Serahkan Indukan Rusa ke Penangkar di Takalar[/caption] Rusa Timor (Rusa timorensis) mempunyai bulu berwarna coklat kemerah-merahan hingga abu-abu kecoklatan dengan bagian bawah perut dan ekor berwarna putih. Jantan dewasa memiliki tanduk atau ranggah yang bercabang tiga dengan ujung-ujungnya yang runcing, kasar dan beralur memanjang dari pangkal hingga ke ujung ranggah. Tanduk akan tumbuh pertama kali pada anak jantan saat umur 8 bulan. Setelah dewasa, tanduk menjadi sempurna yang ditandai dengan terdapatnya 3 ujung runcing. Habitat jenis ini adalah padang rumput pada daerah beriklim tropis dan subtropis. Namun binatang ini mampu beraadaptasi di habitat yang berupa hutan, pegunungan dan rawa-rawa. Rusa timor juga dapat hidup hingga ketinggian 900 meter dpl. Persebaran alaminya ada di Pulau Jawa, Sulawesi dan Maluku. Itulah 4 jenis satwa liar dilindungi yang harus dijaga dan dicegah sebarannya di pasar ilegal agar populasinya tetap terjaga. Salam konservasi! [irp]
Topik terkait
#anoa #anoa terancam punah #satwa liar dilindungi #macaca maura #anoa gunung #monyet dare