Sedotan Kertas Berbahaya bagi Lingkungan dan Kesehatan?
Klikhijau.com – Kabar baik yang dibawa oleh sedotan kertas sebagai bahan ramah lingkungan. Sempat memberi harapan besar dalam melestarikan lingkungan. Namun, dalam perkembangannya ditemukan sedotan...
Klikhijau.com – Kabar baik yang dibawa oleh sedotan kertas sebagai bahan ramah lingkungan. Sempat memberi harapan besar dalam melestarikan lingkungan.
Namun, dalam perkembangannya ditemukan sedotan kertas ternyata menyimpan bahaya tak terduga karena beracun.
Iya, mayoritas sedotan kertas ditemukan mengandung bahan kimia beracun. Fakta ini diungkap dalam sebuah penelitian yang berjudul “Assessment of poly- and perfluoroalkyl substances (PFAS) in commercially available drinking straws using targeted and suspect screening approaches”.
Penelitian tersebut menguji kandungan PFAS pada sedotan kertas, bambu, stainless steel, dan kaca. Sampel diambil dari sedotan yang dijual beragam toko di Belgia.
[irp]
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sedotan kertas mengandung lebih banyak PFAS daripada sedotan lainnya. Sebanyak 90% sampelnya mengandung PFAS.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa sedotan berbahan plant-based tidak lebih ramah lingkungan karena kandungan PFSA berbahaya untuk manusia dan lingkungan.
Kandungan PFAS pada sedotan berbahan organik berfungsi sebagai lapisan kedap air sehingga sedotan tidak rusak saat dipakai. Bahan kimia ini banyak digunakan di produk kemasan makanan, tas guna ulang, perabot dapur, dan produk pembersih.
Selain mengungkap fakta bahwa sedotan kertas beracun, penelitian tersebut juga memberikan alternatif sedotan yang lebih aman. Sedotan yang dinilai lebih aman adalah yang berbahan stainless steel.
Uji PFAS pada penelitian ini tidak menemukan adanya kandungan PFAS pada sedotan stainless steel. Selain lebih aman dari kandungan bahan beracun, sedotan ini dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat digunakan berkali-kali, didaur ulang, dan awet.
[irp]
Temuan itu tentu mengejutkan, sebab sedotan kertas yang dianggap ramah lingkungan. Ternyata berbahaya bagi bagi lingkungan dan kesehatan kita.