SD Inpres Unggulan BTN Pemda Masukkan Isu Lingkungan dalam Pembelajaran
Klikhijau.com - Isu-isu lingkungan perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran, supaya peserta didik punya kesadaran yang kuat sejak dini. Dengan pemahaman yang memadai seputar fenomena kerusakan alam,...
Klikhijau.com - Isu-isu lingkungan perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran, supaya peserta didik punya kesadaran yang kuat sejak dini. Dengan pemahaman yang memadai seputar fenomena kerusakan alam, diharapkan mereka bisa mengambil peran dan memiliki perilaku yang ramah lingkungan.
Pemikiran inilah yang menjadi dasar diadakannya Focus Group Discussion (FGD) bertema Pengintegrasian Global Warming dan Climate Change ke Dalam Pembelajaran oleh SD Inpres Unggulan BTN Pemda, dengan peserta dari kalangan guru se-Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu, 19 Januari 2019.
Disadari bahwa isu pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) masih kurang dipahami oleh guru. Padahal mereka perlu mentransfer pengetahuan dan mempraktikkannya bersama para siswa di sekolah.
"FGD itu merupakan bagian dari Gerakan Penanaman Sejuta Pohon, namun di sekolah kami penanaman pohonnya secara bersama digabung dengan sekolah lain, pada 30 Januari nanti," jelas Dr. Hj. Andi Agusniati, Kepala SD Inpres Unggulan BTN Pemda.
[irp posts="406" name="SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Persiapkan Diri Ikut Lomba Sekolah Sehat"]
Yasmain Gasba, yang bertindak sebagai fasilitator FGD, mengakui bahwa upaya memberikan pemahaman terkait materi perubahan iklim dapat dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana.
Misalnya menanamkan konsep pentingnya air bagi pertumbuhan tanaman, serta ketersediaan oksigen dan metabolisme tubuh manusia agar senantiasa sehat.
SD Inpres Unggulan BTN Pemda sedang berbincang[/caption]
"Sederhana saja hal-hal yang diajarkan, seperti menonaktifkan saklar lampu yang tidak digunakan, juga mengganti minuman kemasan dengan penggunaan botol air," jelas penyandang magister pada jurusan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.
Yasmain yang sehari-hari merupakan Kepala Seksi Pembelajaran Bidang PAUD DIKMAS Dinas Pendidikan Makassar menjelaskan, melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), maka sekolah dalam satu wilayah perlu membedah kurikulum yang akan diajarkan. Termasuk materi perubahan iklim, baik dalam materi pembelajaran maupun aktivitas sosialnya.
[irp posts="503" name="Ingin Bersedekah Sampah, Ini Saran Kasi Kebersihan Kecamatan Biringkanaya Makassar"]
Misalnya melalui kerja bakti, penanaman pohon, dan pemeliharaan hewan, temasuk juga lewat promosi literasi seperti mewarnai, menulis puisi atau membuat poster, sehingga aktivitas yang akan dilakukan dapat berdampak spasial menyeluruh.