Sampah Plastik Jadi Lahan Nafkah Perempuan Myanmar

Klikhijau.com – Sampah, kata yang akrab di telinga untuk menggambar hal-hal yang tak berguna. Tapi, benarkah sampah memang tak berguna? Di tangan orang yang tak kreatif, sampah memang tak berguna, tap...

Sampah Plastik Jadi Lahan Nafkah Perempuan Myanmar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dalam video yang disiarkan Reuters, tampah Wendy memungut sampah bersama beberapa perempuan, kemudian mengangkutnya menggunakan gerobak.

Ladang nafkah

Setelah terkumpul, para perempuan itu menjahit lembaran plastik untuk disetrika menjadi tempat botol tambal sulam berwarna-warni. Teknik itu Wendy pelajari dari internet.

Ada lusinan desainer telah dilatih dan sekarang bekerja di bisnis sampah daur ulang ini.

Mereka membuat berbagai macam produk mulai dari dompet yang terbuat dari paket keripik kentang hingga penutup laptop yang terbuat dari kantong semen.

"Proyek kami tidak hanya untuk bekerja membuat benda-benda indah dari sampah. Namun, juga untuk mendidik orang bahwa sampah dapat menjadi hiasan di rumah," kata Wendy.

Persoalan sampah, khususnya sampah plastik memang meresahkan. Semisal di kota Dala, di mana ChuChu berdiri, jalan-jalan dipenuhi dengan tumpukan sampah yang membusuk.

“Dengan teknik ini, saya dapat membantu menyelamatkan lingkungan dan mencari nafkah," katanya.

Apa yang dilakukan oleh Wendy Neampui dan kelompoknya, tentu patu ditiru untuk menjalani sebagai cara untuk mengurangi sampah di lingkungan kita.

Meski mungkin cara itu tak bisa mengatasi masalah sampah dengan cepat, tapi setidaknya memberi harapan untuk lingkungan yang lebih sehat dan bersih ke depannya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2