Salah Urus, Jadikan Plastik sebagai Pendorong Perubahan Iklim
Klikhijau.com – Pelaksanaan COP27 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 tahun ini di Mesir juga menyorot masalah plastik. Produksi plastik beserta polusi yang dihasilkan diklaim sebagai pendo...
Klikhijau.com – Pelaksanaan COP27 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 tahun ini di Mesir juga menyorot masalah plastik.
Produksi plastik beserta polusi yang dihasilkan diklaim sebagai pendorong utama terjadinya perubahan iklim.
Untuk mengakhiri polusi plastik di tahun-tahun mendatang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menetapkan target baru untuk “mengakhiri” perjalanan polusi plastik.
Pada perjanjian global itu, para peneliti dari Pusat Kebijakan Plastik Global di Universitas Portsmouth mendesak target agresif nol untuk sampah plastik baru.
[irp]
Tujuan dari perjanjian global adalah untuk mengakhiri polusi plastik, tetapi target masih diperlukan dan harus didefinisikan dengan jelas dengan strategi yang disepakati.
Profesor Steve Fletcher menyarankan Program Lingkungan PBB, G20, dan Bank Dunia tentang kebijakan plastik, termasuk kemungkinan kesepakatan global untuk mengatasi polusi plastik.
“Target perjanjian itu harus ambisius dan bermakna, kami menyerukan agar PBB mencapai tujuan minimal 0% polusi plastik baru pada tahun 2040,” kata Profesor Fletcher.
Ia juga menambahkan untuk mencapai hal ini, pembuat kebijakan, bisnis, peneliti, dan masyarakat luas harus melampaui teknologi dan praktik terbaik yang ada dan menjadi radikal dalam pemikiran mereka untuk mengembangkan strategi global yang terkoordinasi untuk mengatasi polusi plastik.
Untuk mengakhiri perjalanan polusi plastik itu, tercatat ada hampir 200 negara berkomitmen untuk pengembangan perjanjian tersebut.
[irp]
Masing-masing negara akan bekerja dengan hambatan keuangan, sosial dan politik yang berbeda, target harus jelas, terukur, dan berdasarkan kerangka waktu yang relevan.
Profesor Fletcher juga mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah pencapaian besar bagi pengembangan perjanjian global. Perjanjian tersebut mengikat secara hukum oleh PBB untuk mengakhiri polusi plastik sedang berlangsung.
“Tetapi agar efektif, perjanjian global membutuhkan tingkat transparansi, pengungkapan, dan kerja sama baru. Tujuannya untuk mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti yang menghindari kebijakan yang terpecah-pecah dan reaksioner di masa lalu. Perubahan sistem perlu muncul yang secara mendasar mengubah cara kita berperilaku dan berinteraksi dengan plastik,” katanya.