Klikhijau.com - Barbodes klapanunggalensis merupakan spesies ikan gua buta baru. Ikan ini ditemukan di kawasan karst Klapanunggal, Jawa Barat oleh Tim Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (B...
Klikhijau.com - Barbodes klapanunggalensis merupakan
spesies ikan gua buta baru. Ikan ini ditemukan di
kawasan karst Klapanunggal, Jawa Barat oleh Tim Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Para peneliti kemudian memberinya nama Barbodes klapanunggalensis yang tercatat sebagai
spesies endemik yang hidup di perairan bawah tanah dan memiliki karakteristik unik, seperti tubuh pucat dan tidak memiliki mata.
Penemuan spesies ini dilakukan melalui penelitian yang melibatkan tim ahli dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama dengan kolaborator dari Indonesian Speleological Society (ISS) dan Yayasan Species Obscura Indonesia, berhasil mengidentifikasi spesies baru ikan gua buta (Barbodes klapanunggalensis).
Barbodes klapanunggalensis saat ini hanya diketahui hidup di Gua Cisodong 1, yang terletak di kawasan karst Klapanunggal. Kawasan karst ini memiliki luas sekitar 66 km², namun hanya 9,96% yang dilindungi oleh
pemerintah Indonesia dalam bentuk Kawasan Bentang Alam Karst Bogor.
[irp]
Spesies ini pertama kali diamati pada Agustus 2020 oleh tim penjelajah gua dari Latgab Caving Jabodetabek, Indonesian Speleological Society (ISS), dan Gema Balantara. Saat itu, lebih dari 20 individu ikan tanpa mata dan pigmen terlihat di dua lokasi berbeda di dalam gua. Namun, pada saat itu, tidak ada spesimen yang berhasil dikoleksi.
Baru pada Juli 2022, tim peneliti kembali ke gua tersebut dan berhasil mengoleksi dua spesimen dari kolam yang sama. Spesimen ini kemudian dipelajari secara mendalam dan dipastikan sebagai
spesies baru.
Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ZooKeys pada edisi terbaru. Studi lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami ekologi dan strategi konservasi yang tepat bagi Barbodes klapanunggalensis serta spesies ikan gua lainnya di Indonesia.
[irp]
Enam spesies ikan gua endemik
Dengan adanya penemuan ini, maka bertambah pula daftar panjang keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di ekosistem gua. Saat ini, Indonesia memiliki enam spesies ikan gua endemik, dengan Barbodes klapanunggalensis dan Barbodes microps sebagai spesies yang ditemukan di Jawa. Spesies-spesies lainnya ditemukan di kawasan karst Sulawesi dan Papua Barat.
Menurut Kunto Wibowo, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, ikan ini memiliki ciri-ciri yang sangat unik dan berbeda dari spesies ikan gua lainnya. Ikan ini sepenuhnya buta, dengan mata yang telah mengalami reduksi dan hanya meninggalkan bekas berupa cekungan orbital yang tertutup kulit.
“Tubuhnya tidak memiliki pigmen hitam (melanofor), sehingga terlihat putih keperakan dengan sirip yang transparan. Selain itu, ikan ini memiliki sirip dada dan sirip perut yang relatif panjang, serta sisik aksial yang terletak di belakang sirip perut pendek dengan ujung membulat,” terang Kunto.
[irp]
“Spesies ini telah menunjukkan karakter morfologi yang sangat teradaptasi pada habitat gua yang gelap dan terisolasi. Ikan ini hidup di kolam-kolam kecil di dalam gua yang dialiri oleh air yang merembes dari lantai gua. Kolam-kolam ini memiliki substrat tanah liat halus dan air yang jernih. Ikan ini cenderung diam di air yang tenang, namun akan aktif berenang ketika air terganggu," tambahnya.
Keberadaannnya rentan
Meskipun gua ini sulit diakses dan jauh dari pemukiman penduduk, ancaman terhadap habitat ikan ini tetap ada, terutama dari aktivitas penambangan batu kapur yang marak di daerah tersebut.
Keberadaan Barbodes klapanunggalensis yang terbatas pada satu gua membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan. Aktivitas
penambangan batu kapur yang tidak terkendali dapat mengancam habitatnya. Oleh karena itu, tim peneliti menyarankan agar kawasan karst Klapanunggal mendapatkan perlindungan yang lebih ketat, terutama dengan memperluas area konservasi yang ada.
Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami populasi dan ekologi spesies ini, serta upaya untuk melibatkan masyarakat lokal dalam
upaya konservasi. Dengan demikian, Barbodes klapanunggalensis dapat terus bertahan sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia.
[irp]