Repatriasi 11 Orangutan dari Negara Tetangga Lancar, Kini Mereka Tiba di Habitatnya
Klikhijau.com – Repatriasi 11 orangutan dari Malaysia dan Thailand berjalan lancar, mereka telah sampai di Sumatera Utara dan Jambi pada Jumat 18 Desember 2020. Sembilan orangutan dari Malaysia diterb...
Klikhijau.com – Repatriasi 11 orangutan dari Malaysia dan Thailand berjalan lancar, mereka telah sampai di Sumatera Utara dan Jambi pada Jumat 18 Desember 2020. Sembilan orangutan dari Malaysia diterbangkan ke Sumatera Utara, sedangkan dua lainnya dari Thailand diterbangkan ke Jambi.
Pemulangan satwa dilindungi yang menjadi korban perdagangan ilegal (illegal trade) jaringan luar negeri ini dilakukan dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan di masing-masing negara, termasuk tes Covid-19.
Dua orangutan yang dipulangkan dari Thailand berjenis kelamin jantan dan betina. Kini berusia 6 tahun dengan berat rata-rata 25 kg.
Selama proses hukum berlangsung yang berlangsung selama 4 tahun, kedua orangutan tersebut dirawat di Khao Prathap Chang Wildlife Breeding Centre, Provinsi Ratchaburi di bawah pengawasan Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation (DNP).
Lalu, diterbangkan dari Bangkok pada tanggal 17 Desember 2020 pukul 14.10 waktu setempat, menggunakan Garuda Indonesia GA-867.
[irp]
Sedangkan sembilan orangutan dari Malaysia terdiri dari 4 orangutan jantan dan 5 orangutan betina dengan berat rata-rata 15-20 kg, berusia sekitar 6-7 tahun. Selama berada di Malaysia, orangutan dirawat di National Wildlife Rescue Centre (NWRC), Perak, di bawah pengawasan Department of Wildlife and National Parks (PERHILITAN) Peninsular Malaysia.
Malaysia secara resmi menyerahkan ke-sembilan orangutan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur pada 17 Desember 2020. Lalu, diterbangkan ke Indonesia menggunakan penerbangan Garuda Indonesia GA-821 pukul 12.50 waktu setempat.
Kedatangan sebelas orangutan disambut oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang diwakili oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno, Perwakilan Kedutaan Besar Thailand, Perwakilan Kedutaan Besar Malaysia, Perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian/Lembaga lainnya serta para pihak terkait. Penyambutan dilakukan secara daring dan luring.
Di Bandara Bandara Soekarno-Hatta, orangutan tersebut ditangani oleh tim dokter hewan dan petugas karantina yang melakukan pengecekan kesehatan setiap orangutan serta meemberikan asupan makanan dan minuman setelah perjalanan. Kesebelas orangutan diinapkan di fasilitas Warehouse Rush Handling, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.
Orangutan merupakan seed dispersal terbesar di dalam hutan yang menjamin terjaganya keanekaragman hayati di dalamnya. Hutan merupakan sumber plasma nutfah yang menjadi sumber pangan bagi kehidupan masyarakat, sehingga kehilangan satu orangutan maka akan memberikan risiko pada berkurangnya potensi sumber pangan dan obat-obatan bagi masyarakat sekitar.
[irp]