Raih Rekor Muri, Kurikulum Mangrove KLHK Dijadikan Instrumen Cinta Lingkungan Sejak Dini

Klikhijau.com - Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Tematik Mangrove Dijadikan Instrumen Cinta Lingkungan Sejak Dini meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Rekor Muri). Kurikulum...

Raih Rekor Muri, Kurikulum Mangrove KLHK Dijadikan Instrumen Cinta Lingkungan Sejak Dini
Bacakan Artikel

Baginya, diperlukan lebih dari sekadar gerakan menanam. Menumbuhkan kesadaran dan memelihara semangat konservasi alam, terutama lintas generasi, adalah hal sangat penting yang harus dilakukan.

“Hanya melalui kurikulum, kita bisa membangun karakter cinta mangrove secara terstruktur dan melekat sepanjang hidup,” tegas Hendra.

Kurikulum PLH tematik mangrove ini secara efektif mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2017/2018 pada 11 SD se-Kabupaten Indramayu, selanjutnya meluas mencakup 26 SD pada 2018/2019.

Pada saat ini kurikulum diterapkan mulai SD kelas 4, 5 dan 6. Dipilihnya tingkat SD karena pendidikan dasar akan menjadi pondasi bagi anak-anak ke depannya.

Diharapkan kelak, mereka dapat meneruskan perjuangan melestarikan lingkungan di Indramayu.

“Saya dan tim penyusun berharap, kedepan, PLH tematik mangrove ini dapat diajarkan di semua sekolah di pesisir Indonesia. Dan ini merupakan juga salah satu upaya mitigasi bencana tsunami. Karena di dalam buku ini ada bab mitigasi bencana di wilayah pesisir,” pungkas Hendra.

Pengakuan dunia

Kepala Pusat Litbang Hutan (P3H), Kirsfianti Ginoga, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, bersyukur bahwa aplikasi hasil riset dan inovasi mangrove karya peneliti BLI (Dr Hendra Gunawan), telah mendapatkan pengakuan dunia dengan tercatat di MURI.

“Ini semakin memacu BLI untuk terus mereplikasi dan mengaplikasikan inovatif solution hasil litbang mangrove dengan menggalang kerjasama di tingkat lokal, nasional dan global, termasuk penguatan Pusat Riset Mangrove Karangsong,” jelasnya.

Selama ini, menurut Kirsfianti, BLI telah banyak melakukan kegiatan riset mangrove. Berbagai aspek seperti konservasi, sosial ekonomi dan budaya dan aspek lingkungan, telah diteliti.

Termasuk juga penguatan kapasitas dan edukasi pada generasi muda untuk turut melestarikan mangrove dan ekosistemnya sebagai wujud cinta lingkungan.

Sejak 2017, Hendra dan tim telah menyusun buku-buku penunjang mencakup buku kompetensi inti dan dasar, buku teks, buku LKS serta buku panduan guru. Seluruhnya ada 10 buku.

Tim terdiri atas peneliti dan widyaiswara KLHK; peneliti IPB, ITB dan Wetland internasional; serta para guru Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan PT. Pertamina Unit VI Balongan.

Selanjutnya, tim penyusun juga terlibat dalam melatih guru-guru pengampu PLH tematik mangrove.

Kurikulum ini disusun secara bottom up, dari keinginan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu serta masyarakat Indramayu sendiri.

PT. Pertamina Unit VI Balongan mendukung kegiatan ini sebagai kontribusi nyata kepedulian lingkungan hidup sekitarnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Upaya melindungi hasil publikasi

Selain itu, pada beberapa waktu lalu, dalam upaya melindungi hasil publikasi (buku), tiga judul buku yang diterbitkan Pusat Litbang Hutan kembali mendapatkan Sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI, kementerian Hukum dan HAM RI.

Ketiga judul buku IPTEK tersebut adalah:

1. Inventarisasi Nasional Emisi dan Serapan Gas Rumah Kaca di Hutan dan Lahan Gambut Indonesia (penulis: Haruni Krisnawati, Rinaldi Imanuddin, Wahyu Catur Adinugroho, Silver Hutabarat)

2. Metode Standar untuk Pendugaan Emisi Gas Rumah Kaca dari Hutan dan Lahan Gambut di Indonesia Versi I (penulis: Haruni Krisnawati, Rinaldi Imanuddin, Wahyu Catur Adinugroho, Silver Hutabarat)

3. Metode Standar untuk Pendugaan Emisi Gas Rumah Kaca dari Hutan dan Lahan Gambut di Indonesia Versi II (penulis: Haruni Krisnawati, Rinaldi Imanuddin, Wahyu Catur Adinugroho, Silver Hutabarat).

Diharapkan dengan semakin meningkatnya sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan yang diperoleh Pusat Litbang Hutan, dapat memberikan tambahan semangat menulis bagi peneliti lingkup Pusat Litbang Hutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2