Raih Penghargaan Kelas Dunia PRI 2026, Investasi Aren Buktikan Konservasi Bisa Menghasilkan Nilai Ekonomi

Raih Penghargaan Kelas Dunia PRI 2026, Investasi Aren Buktikan Konservasi Bisa Menghasilkan Nilai Ekonomi
Yayasan KEHATI Raih Penghargaan Kelas Dunia PRI 2026
Bacakan Artikel

Sebanyak 366 petani yang tergabung dalam lima asosiasi kelompok tani memperoleh penghasilan dari pemanenan hasil hutan secara berkelanjutan.

Dari sisi bisnis, pendapatan Mahorahora tumbuh 40 persen secara tahunan pada tahun fiskal 2025. Margin kotor meningkat dari 23 persen menjadi 33 persen dalam tiga tahun. 

Mahorahora juga memperoleh sertifikasi USDA Organic pada 2025 melalui CERES Germany, yang memperkuat ketertelusuran rantai pasok dan membuka peluang untuk memperoleh nilai premium di pasar global.

Mengubah nilai alam menjadi nilai ekonomi

Selain investasi modal, KEHATI turut mendorong penguatan ekosistem bisnis Mahorahora melalui jaringan investor dan mitra. Di sisi pasar, kerja sama distribusi dengan Alfamart, Alfamidi, Indomaret Fresh, dan AEON membuka akses produk aren berkelanjutan kepada pasar konsumen yang lebih luas.
Pendekatan tersebut juga diterapkan melalui program Forest Regrowth. 

Sejak Februari 2024, Mahorahora menjalankan proyek percontohan di Desa Cibarengkok, Kabupaten Lebak, dengan menanam 5.000 pohon di lahan terdegradasi seluas 8 hektare melalui sistem agroforestri yang mengombinasikan aren, pala endemik, mahoni, dan kapulaga.

Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya KEHATI mendorong model investasi yang menghubungkan kepentingan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan manfaat bagi masyarakat.

“Penghargaan PRI Awards dalam kategori Special Award – Emerging Markets merupakan apresiasi terhormat bagi Yayasan KEHATI dalam mendorong investasi berdampak. Kami percaya bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan kepentingan komunitas, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan validasi yang membanggakan sekaligus dorongan bagi kami untuk terus melangkah memperjuangkan alam Indonesia yang lestari untuk manusia kini dan masa depan anak negeri,” ungkapnya.

Pengalaman KEHATI melalui Mahorahora menunjukkan bahwa pendanaan untuk konservasi dapat dirancang dengan pendekatan investasi yang menghubungkan modal, kinerja bisnis, kesejahteraan petani, dan dampak keanekaragaman hayati.

Bagi KEHATI, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pembiayaan konservasi di Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati dapat menjadi bagian dari penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2