Vietnam Beralih ke Energi Surya, Bagaimana dengan Indonesia?

Klikhijau.com - Jika pernah menonton film dokumenter Sexy Killers, tentu akan tahu betapa buruknya dampak sumber energi dari batu bara bagi lingkungan dan kesehatan. Meski demikian, batu bara masih...

Vietnam Beralih ke Energi Surya, Bagaimana dengan Indonesia?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Jika pernah menonton film dokumenter Sexy Killers, tentu akan tahu betapa buruknya dampak sumber energi dari batu bara bagi lingkungan dan kesehatan.

Meski demikian, batu bara masih tetap digunakan, khususnya di Indonesia karena dianggap paling murah biaya produksinya.

Menurut laporan Global Energy Monitor, Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang masih membangun pabrik batu bara baru dalam enam bulan pertama tahun ini.

Meski banyak dituding mencemari berat lingkungan, Indonesia memang masih tergantung pada sumber energi fossil ini. Beberapa waktu lalu, pemerintah juga diprotes akibat polusi udara dari penggunaan batu bara.

[irp]

Menurut data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), kontribusi energi terbarukan hingga Mei 2019 telah mencapai 13,42 persen.

Energi ini mayoritasnya berasal dari pembangkit listrik tenaga air dan tenaga panas bumi. Sementara kontribusi pembangkit listrik tenaga surga dapat dibilang relatif kecil.

Namun, Global Energy Monitor (GEM) mengungkapkan, kapasitas produksi batu bara menurun tajam, dari puncaknya yang mencapai hampir 13 gigawatt (GW) pada 2016 menjadi hanya 1,5 GW pada paruh pertama 2019.

Hal ini mau tak mau, negara-negara pengguna batu bata untuk energi harus berpikir ulang. Courtney Wetherby, seorang analis peneliti di lembaga penelitian Stimson Center mengatakan, energi surya mendapatkan momentumnya di Asia Tenggara.

[irp]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2