Tips Alami Memasak Buras Agar Gurih dan Tidak Cepat Basi!

Klikhijau.com – Buras sudah jadi menu andalan setiap hari raya. Bagi orang-orang Bugis-Makassar, buras adalah penanda keberkatan sebuah momen kebahagiaan. Buras melengkapi ketupat lebaran yang disajik...

Tips Alami Memasak Buras Agar Gurih dan Tidak Cepat Basi!
Bacakan Artikel

Persiapkan ukuran daun pisang yang sama besar dengan mengaturnya dengan memakai gunting. Hal ini penting agar kamu dapat memilah dedaun yang memang siap pakai tanpa ada sobekan.


  • Daun pisang muda


Siapkan pula daun pisang yang masih muda yang berwarna hijau terang. Bagian ini biasanya didapat dari bagian tengah pohon pisang. Bagian ini akan dijadikan daun pelapis dalam pada cetakan buras.

Tahap persiapan beras dan santan


Bahan utama pada buras adalah beras. Berikut adalah tahapan yang perlu disiapkan dalam penyiapan beras:

  • Pilih beras berkualitas


Pilihlah beras dengan kualitas terbaik agar buras lebih gurih dan tahan lama. Beras berkualita ditandai dengan sebagai berikut bersih, warna putih bersih, tidak berkutu dan wangi. Beras berkualitas akan menentukan kualitas buras yang dibuat.

  • Cuci bersih berasnya


Cuci bersih beras yang sudah dipilih sebelum diolah. Air cucian beras sebaiknya jangan dibuang karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Simpan air bekas cucian beras untuk penyiraman tanaman.

Cuci beras selayaknya ketika akan memasak nasi. Tidak perlu mencuci terlalu keras dengan durasi lama, namun cukup dengan lembut dan sebentar saja.


  • Persiapkan santan berkualitas


Santan berkualitas didapat langsung dari parutan kelapa yang matang. Ingat, jangan memilih kelapa yang terlalu tua karena akan menimbulkan aroma kurang sedap bahkan membuat beras bisa cepat basi.

Hindari pula memakai kelapa yang masih terlalu muda ditandai dengan warna kulitnya yang masih hijau terang. Kelapa jenis ini memiliki kualitas santan yang belum optimal dan kurang gurih.

Peras santan dengan tangan untuk mengambil perasan terbaiknya. Perasaan pertama tentu lebih kental dan berkualitas. Namun, perasaan kedua masih bisa dimanfaatkan santannya karena masih kental pula.

Pada setiap 500 gram santan, disiapkan beras sekitar 5 liter. Masak dengan api sedang. Jangan lupa campurkan batang serei muda, daun pandan, atau daun salam. Bila airnya sudah mulai kering, tiriskan untuk dijadikan adonan persiapan pembuatan buras.

Gunakan cetakan buras yang sudah disiapkan. Cetakan dapat dibuat dari pipa kecil atau bambu. Dengan cetakan, ukuran buras nantinya akan lebih seragam dan lebih mudah untuk diikat.

Caranya mudah, masukan adonas beras ke dalam cetakan lalu dorong keluar menggunakan kayu atau sisa pelepah daun pisang. Setelah itu, tempatkan adonan yang dihasilkan di atas daun pisang yang telah disiapkan.

Bungkus secara teratur lalu sisihkan di suatu tempat sebelum diikat dengan tali.


  • Ikat buras dengan rapi


Mengikat buras kelihatan mudah, namun tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik. Ikat dengan teratur dengan tekanan yang setara agar lebih kuat dan tidak mudah terbongkar saat dimasak.

Tahap persiapan memasak


Tahap selanjutnya adalah proses memasak, berikut ini persiapannya:

  • Siapkan panci besar


Setelah proses ikat buras, siapkan panci besar. Tempatkan buras dengan teratur agar wadah efektif menampung buras yang ada. Langkah selanjutnya adalah tuangkan air ke dalam panci hingga seluruh bagian buras terendam dalam air.

  • Masak dengan kayu


Memasak buras dengan kayu bakar akan lebih gurih ketimbang memasaknya dengan kompor gas. Selain itu, aroma kayu akan menambah sensasi aroma buras yang dihasilkan dari sentuhan alami daun pisang.

  • Dimasak selama 10 jam


Agar buras benar-benar optimal, masaklah buras minimal selama 10 jam lamanya. Dengan durasi maksimal, buras yang dihasilkan akan lebih gurih, enak, pulen dan tak cepat basih.

Selama proses memasak selama 10 jam, ada baiknya perhatikan airnya. Tambahkan airnya bila berkurang agar kualitas matangnya tetap terjaga.

Demikianlah tips memasak buras, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2