Polusi Cahaya, Ancaman Serius bagi Burung yang Bermigrasi

Klikhijau.com – Pergantian musim. Kerap diwarnai dengan aktivitas migrasi. Namun, yang melakukannya bukan manusia, yang melakukannya adalah satwa. Terkhususnya burung. Jika kamu ingin tahu, apa yan...

Polusi Cahaya,  Ancaman Serius bagi Burung yang Bermigrasi
Bacakan Artikel

Meskipun polusi cahaya menurun di beberapa bagian Amerika. Para peneliti menemukan peningkatan sekitar 16 persen dari luas daratan belahan bumi barat. Sebaliknya, hanya tujuh persen wilayah yang mengalami penurunan polusi cahaya.

Para ilmuwan mengamati keberadaan 42 spesies burung yang bermigrasi. Mereka wenggunakan eBird, layanan web ilmu pengetahuan warga yang populer.

Caranya kerjanya adalah kemunculan burung kemudian dikorelasikan dengan data polusi cahaya yang dikumpulkan oleh satelit selama 22 tahun.

Para ilmuwan menemukan bahwa semua burung mengalami peningkatan polusi cahaya, dengan burung yang bermigrasi melalui Amerika Tengah menghadapi peningkatan terbesar.

Sebaliknya, burung yang hidup sepanjang tahun di timur laut AS mengalami peningkatan polusi cahaya paling sedikit, bahkan sebagian besar wilayah ini mengalami penurunan polusi cahaya.

“Membalikkan tren polusi cahaya di Amerika Tengah, terutama selama musim semi, dan meluncurkan program Lights Out selama periode migrasi yang intens dapat menyelamatkan sejumlah besar burung yang bermigrasi,” kata studi Kyle Horton dari Colorado State University. sekaligus rekan penulis.

Ia juga menambahkan bahwa membalikkan tren polusi cahaya di Amerika Serikat bagian tenggara selama musim kawin musim panas dan di Amerika Tengah selama musim tidak berbiak musim dingin akan menghasilkan manfaat terbesar di luar periode migrasi.

Para peneliti berharap bahwa dengan mengidentifikasi area masalah polusi cahaya terbesar, sebuah rencana dapat dikembangkan untuk membantu burung yang bermigrasi menghadapi terlalu banyak cahaya.

Sumber: Earth

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2