Pentingnya Dekarbonisasi Bangunan dalam Aksi Iklim

Klikhijau.com – Dalam aksi iklim global. Semua sektor penting memerhatikan keberlanjutan. Bahan bangunan dan kontruksi salah satunya. Bisa dibayangkan, infrastruktur bertanggung jawab atas 79 perse...

Pentingnya Dekarbonisasi Bangunan dalam Aksi Iklim
Bacakan Artikel

Dekarbonisasi merupakan hal yang kompleks dan melibatkan banyak pemangku kepentingan baik dari sektor publik maupun swasta.

Hal yang perlu dilakukan

Untuk mencapai tujuan dekarbonisasi, banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya mendorong penggunaan bahan-bahan rendah karbon, meningkatkan akses terhadap energi ramah lingkungan, membangun ketahanan bangunan dan masyarakat, serta beberapa rekomendasi lainnya.

Langkah lain yang dapat dilakukan menurut Managing Director President Office Sinar Mas Land,  Dony Martadisata adalah perlu adanya kolaborasi antar stakeholders  untuk menyukseskan dekarbonisasi sektor bangunan dengan tujuan mengidentifikasi, kebijakan, solusi, dan praktik terbaik untuk mencapai tujuan Net Zero Emission (Antara).

Sementara itu, dilansir dari Kompas bahwa salah satu perusahaan yang fokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric, pun merekomendasikan pengelola gedung untuk mewujudkan net carbon dengan berbagai cara.

Roberto Rossi, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste mengatakan, Schneider Electric secara global telah membantu ribuan perusahaan dalam perjalanan mereka melakukan dekarbonisasi operasional bangunan, mulai dari hotel, ritel, rumah sakit, hingga perkantoran.

Menurut Rossi, ada tiga tahapan penting yang menjadi pondasi dalam mewujudkan bangunan zero carbon, yakni  strategize, digitize, dan decarbonize.

Sedangkan menurut Dosen Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Sugini bahwa pada tahap operasional bangunan, dekarbonisasi atau penghematan energi dapat dicapai dengan berbagai keputusan desain seperti memperkecil luas lantai per orang, efisiensi energi pada emisi bangunan.

Kemudian efisiensi energi pada peralatan terpasang seperti lampu, AC dan perlengkapan dapur serta plug-in, termasuk massa dan posisi pada situs serta dikombinasikan dengan sumber energi hybrid yang terbarukan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2