Pencemaran Abu Batubara di Perairan Permukaan Lebih Persisten, Benarkah?

Klikhijau.com – Protes terhadap penggunaan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik nyaring terdengar. Karena diduga kuat sebagai salah satu pemicu terjadinya perubahan iklim. Batubara sendi...

Pencemaran Abu Batubara di Perairan Permukaan Lebih Persisten, Benarkah?
Bacakan Artikel

"Sedimen dasar danau mewakili sejarah lengkap tentang apa yang telah jatuh ke air danau dan mengendap di dasar," kata penulis senior studi Avner Vengosh, seorang profesor Kualitas Lingkungan di Duke. “Menggunakan metode penanggalan usia kami, kami dapat kembali ke masa lalu, dalam beberapa kasus bahkan sebelum pabrik batu bara dibangun, dan merekonstruksi sejarah danau,” lanjutnya, seperti dikutip dari Earth

Kemungkinan besar ada tiga rute yang menjadi jalur abu batubara mencapai danau, yakni:



  • Adanya emisi atmosfer



Emisi atmosfer dari abu batubara yang menetap di tanah terdekat dan dibawa ke danau oleh daerah aliran sungainya (DAS).


  • Peristiwa cuaca ekstrem



Adanya peristiwa cuaca ekstrem, seperti badai tropis dan angin topan yang membanjiri dan membuang timbunan abu batubara di dekatnya ke danau-danau terdekat.


  • Aliran limbah



Selanjutnya adalah aliran biasa dari kolam abu batubara yang mencapai danau sebagai bagian dari operasi rutinnya.

“Sementara sebelumnya kami berpikir bahwa danau dan air tanah terkontaminasi oleh kebocoran atau pembuangan limbah dari kolam abu batubara. Temuan baru menunjukkan bahwa kami telah meremehkan dampak lingkungan dari abu batubara. Kami berpikir bahwa sebagian besar abu batubara terbatas pada kolam abu batubara dan tempat pembuangan sampah. Sekarang kami melihatnya sudah berada di lingkungan terbuka,” jelas Profesor Vengosh.

Profesor Vengosh juga menambahkan bahkan, pihaknya melakukan pemeriksaan yang sangat rinci terhadap lima danau, tetapi ada banyak danau atau reservoir air terbuka di sebelah pembangkit listrik batu bara tidak hanya di Carolina Utara, tetapi di seluruh negeri.

“Fenomena yang kami temukan mungkin berlaku untuk banyak situs lain di seluruh AS dan semuanya akan rentan terhadap peristiwa cuaca yang lebih ekstrem dan banjir yang kami tahu berasal dari pemanasan global,” ujarnya.

Sedangkan Ellen Cowan yang merupakan merupakan  rekan penulis studi dan seorang profesor Geologi di Appalachian State University  mengungkapkan, di beberapa lokasi, tampaknya abu batubara awalnya dibuang begitu saja ke danau terdekat.

“Seiring waktu, ketika Clean Air Act diberlakukan dan scrubber ditambahkan ke cerobong asap pembangkit batubara untuk menangkap partikel halus. Kami melihat perubahan pada abu batubara dengan proporsi partikel kecil yang lebih tinggi. Sayangnya, partikel kecil ini mengandung konsentrasi zat beracun tertinggi, membuat kontaminasi semakin buruk bagi danau,” ungkapnya.

Sumber: Earth

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2