Pencalonan Dirjen WHO Budi Gunadi Sadikin Digugat Koalisi Sipil dan Guru Besar

Pencalonan Dirjen WHO Budi Gunadi Sadikin Digugat Koalisi Sipil dan Guru Besar
Pencalonan Dirjen WHO Budi Gunadi Sadikin Digugat Koalisi Sipil dan Guru Besar, - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), salah satu akademisi dan dokter spesialis anak yang terdampak kebijakan tersebut, menegaskan bahwa tindakan birokrasi Kementerian Kesehatan terbukti menabrak hukum. Mahkamah Agung RI melalui Putusan No. 464 K/TUN/2026 telah secara sah membatalkan keputusan mutasi dan pemberhentian sepihak yang diterbitkan Kemenkes terhadap dirinya, meski hingga kini amar putusan badan peradilan tertinggi tersebut belum dilaksanakan oleh Kemenkes.

Pelemahan independensi lembaga keilmuan ini juga menuai koreksi yudisial bertubi-tubi. Prof. Dr. dr. Teddy Prasetyono dari Majelis Guru Besar Fakultas Kedokteran Indonesia (MGBKI) dan Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) memaparkan bahwa resentralisasi kekuasaan yang merenggut otonomi profesi medis telah dinyatakan melanggar konstitusi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi No. 111 & 182/PUU-XXII/2024 serta Putusan Mahkamah Agung No. 19 P/HUM/2026.

Eksalasi penolakan internal memuncak saat 372 Guru Besar Kedokteran dari 23 universitas melayangkan mosi tidak percaya secara terbuka melalui Deklarasi Salemba Berseru sebuah indikator krisis legitimasi akademik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kesehatan nasional.

Isu Kedaulatan Data Genomik dan Ancaman Privasi Populasi

Ketegangan lain yang disoroti koalisi berkaitan dengan proyek pengumpulan data biologis dan sampel genetik skala besar di bawah inisiatif Biomedical & Genome Science Initiative (BGSi). Pengumpulan data DNA populasi Indonesia ini dinilai tidak diimbangi dengan kejelasan kerangka kedaulatan data dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil bagi warga negara.

dr. Agung Sapta Adi menegaskan bahwa ketika data genetik dikumpulkan dalam jumlah masif, pertaruhannya melampaui kerahasiaan medis individu. Data genomik mengandung informasi vital populasi, keanekaragaman hayati genetik, potensi pengembangan teknologi biomedis, hingga nilai ekonomi yang sangat tinggi. Tanpa adanya kejelasan mengenai siapa yang mengontrol akses, siapa yang mengawasi, serta bagaimana nilai manfaatnya dikembalikan kepada masyarakat, proyek ini rentan memicu eksploitasi data biologis tanpa perlindungan hak asasi yang memadai.

Syarat Mutlak Kepemimpinan Kesehatan Global

Persyaratan kepemimpinan tertinggi di lembaga perhimpunan kesehatan dunia seperti WHO menuntut kepatuhan mutlak pada nilai-nilai mendasar: penempatan kesehatan sebagai hak asasi manusia, independensi ilmiah, kepakaran teknis, serta keadilan distributif bagi kelompok rentan.

Irma Hidayana dari Kabinet Bayangan menyebutkan bahwa Budi Gunadi Sadikin tidak memiliki latar belakang pendidikan formal maupun kepakaran teknis di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat (public health). Gaya tata kelola yang tidak berbasis bukti kuat serta narasi publik yang beberapa kali merendahkan harkat profesi kesehatan menjadi cermin dari inkompetensi tata kelola yang dibawanya.

Koalisi untuk Keadilan Kesehatan Indonesia mendesak Pemerintah RI untuk membatalkan pencalonan Budi Gunadi Sadikin sebagai Dirjen WHO. Lebih jauh, koalisi menuntut pemulihan penuh atas otonomi tata kelola kesehatan nasional, pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, serta pengalihan prioritas anggaran dan kebijakan untuk memulihkan hak-hak kesehatan warga di daerah bencana dan kawasan rawan krisis ekologi yang selama ini terabaikan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan