Negeri Kaya, Begini Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia!

Klikhijau.com – Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati raksasa di dunia, persebaran flora dan fauna di negeri ini merata dan menghuni pulau-pulau, ekosistem laut dan terutama hu...

Negeri Kaya, Begini Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia!
Bacakan Artikel

Dataran sahul mempunya hutan hujan tropis yang mirip dengan hutan hujan tropis Australia Utara. Kemiripan itu terlihat dari flora yang tumbuh lebat dan hijau sepanjang tahun (evergreen). Kemiripan ini pula yang membuatnya dinamai flora Australis.

Papua memiliki hutan hujan tropis yang masih sangat lebat. Keragaman hayati di tempat ini masih sangat tinggi dan terlindungi. Adapun ragam flora yang dapat dijumpai antara lain Sagu (Metroxylon sago Rottb.), Matoa (Pometia pinnata), Buah merah (Pandanus conoideus) dan kayu putih/eukaliptus (Eucalyptus sp.). Setiap tahun ditemukan spesies baru di dataran Papua yang menunjukkan betapa kaya keragaman hayati di sana.



  • Flora peralihan



Flora peralihan menempati bagian tengah wilayah Indonesia. Flora peralihan menjadi penghuni Pulau Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara yang meliputi Pulau Lombok dan Kepulauan Sumbawa.

Istilah flora peralihan ditemukan dari adanya kenyataan bahwa tidak semua flora di Pulau Sulawesi mirip flora Australia. Ada sebagian flora di Sulawesi bahkan lebih mirip flora Asia.

Adapun ragam flora endemik yang dapat dijumpai di sini antara lain: Cendana (Santalum album), Longusei (Ficus manahasae), Kayu manis (Cinnamomum zaylanicum), Anggrek serat (Dendrobium utile), Pohon Lontar (Borassus flabellifer) dan Anggrek larat (Dendrobium phalaenopsis).

Persebaran flora di Indonesia

Persebaran sumber daya alam fauna di Indonesia pertama kali dikelompokkan oleh Alfred Russel Wallace, ahli biologi dan Antropologi dari Inggris. Wallace melakukan ekspedisi ke nusantara pada tahun 1854.

Wallace membuat garis pemisah dari selat Lombok memanjang ke Utara hingga Selat Makassar. Garis semu yang disebut Garis Wallace (Wallace’s line) ini membagi fauna Indonesia menjadi dua tipe, yakni fauna tipe oriental dan fauna tipe Australia.



  • Fauna tipe oriental



Fauna tipe oriental mirip dengan fauna di Asia sehingga disebut juga tipe Asiatis. Fauna tipe ini berada di bagian barat wilayah Indonesia, meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan.

Kawasan ini dihuni banyak spesies mamalia berukuran besar, diantaranya kera dan jenis primata lainnya, serta spesies burung dengan warna bulu kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Mamalia berkantung jarang dijumpai di kawasan ini. Contoh fauna tipe oriental antara lain: Harimau Sumatra, Gajah Sumatra, Orang Utan, Bekantan,Tarsius, Kukang, Elang jawa, Badak Bercula satu dan lainnya.



  • Fauna tipe Australia



Fauna tipe Australia mirip dengan fauna di Australia. Fauna tipe Australia berada di bagian timur wilayah Indonesia meliputi Pulau Jawa, Irian/Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Kawasan ini dihuni banyak spesies mamalia berukuran kecil. Ditemukan pula banyak hewan berkantung, namun tidak terdapat kera, serta spesies burung memiliki warna beragam dan indah.

Contoh fauna tipe Australia yaitu Kanguru, Kuskus, Oposum, Burung kasuari, Burung merak, dan Burung Cendrawasih. Selain dua tipe ini, Max Wilhelm Carl Weber, Ahli zoologi dari Jerman menemukan bahwa tidak semua fauna di Pulau Sulawesi termasuk tipe Australia. Weber menjumpai adanya sebagian fauna di Pulau Sulawesi yang merupakan fauna peralihan.



  • Fauna tipe peralihan



Fauna tipe peralihan merupakan fauna yang mempunyai karakteristik mirip fauna Asia maupun Australia. Persebaan fauna tipe ini meliputi wilayah Pulau Sulawesi dan Pulau Nusa Tenggara.

Pulau Sulawesi dianggap sebagai kawasan peralihan fauna Asia dan fauna Australia. Faktanya, di tempat ini ditemukan oposum dan kuskus yang merupakan fauna Australia, serta Bekantan dan Macaca yang merupakan fauna Asia. Selain itu, wilayah peralihan dapat dijumpai Anoa, kuda, Babi rusa dan Beruang.

Itulah persebaran flora dan fauna di Indonesia, semoga menambah wawasan dan pengetahuan kita.

*Referensi: Giyarto, 2015. Sumber Daya Alam dan Pemanfaatannya. SMKK.Klaten.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2