Menggunakan Kompos Lebih Hemat dan Dapat Mendongkrak Hasil Panen

Klikhijau.com – Sampah organik bagi sebagian orang tak memiliki nilai. Karena itu, biasanya dibuang saja.  Sementara bagi sebagian lainnya, sampah organik memiliki nilai yang lebih. Salah satu  nil...

Menggunakan Kompos Lebih Hemat dan Dapat Mendongkrak Hasil Panen
Bacakan Artikel

Hanya saja, menurutnya saat ini 30 persen tanah pertanian dunia diklasifikasikan sebagai terdegradasi, dengan proyeksi bahwa ini bisa meningkat menjadi 90 persen pada tahun 2050 mendatang.

Karena itu, Profesor Schmidt menyarankan bahwa mengadopsi Strategi Kompos Presisi (PCS) dalam pertanian skala besar dapat meningkatkan hasil panen dan kesehatan tanah, dan akan menjaga biowaste agar tidak berakhir di TPA yang melepaskan gas rumah kaca yang berbahaya.

“Daripada hanya mengandalkan pupuk mineral, PCS melibatkan penambahan jenis kompos yang tepat dengan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman,” kata Profesor Schmidt.

Lebih menghemat

Tidak hanya itu, Profesor Schmidt juga mengungkapkan, jika manusia menggunakannya Kembali kompos, maka dapat memulihkan karbon penting di tanah lapisan atas lahan pertanian. Termasuk ada keuntungan biaya karena mampu mengalihkan hanya 15.000 ton biowaste dapat menghemat anggaran lokal sebesar $2-3 juta per tahun.

“Tanah yang sudah padat dan asam kemudian diangin-anginkan dan dinetralkan. Hasilnya adalah mereka dapat menahan lebih banyak air, memfasilitasi pertumbuhan akar dan memberi makan organisme yang menjaga tanah dan tanaman tetap sehat.”

Para peneliti memperkirakan bahwa kompos presisi dapat meningkatkan produksi global tahunan tanaman sereal utama sebesar 96 juta ton.

“Ini memiliki efek mengalir bagi konsumen dengan mengatasi kekurangan pangan dan kenaikan harga,” kata Profesor Schmidt.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Food dan didukung Fight Food Waste CRC itu juga menunjukkan bahwa menerapkan strategi kompos presisi untuk pertanian skala besar dapat membantu mengurangi perubahan iklim.

“Di Australia saja, lebih dari 7 juta ton biowaste berakhir di TPA setiap tahun di mana ia menghasilkan sejumlah besar gas rumah kaca yang dapat dihindari dan efek yang tidak diinginkan lainnya,” kata Profesor Schmidt seperti dikutip dari Earth.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2