Mengenal 3 Cagar Alam dari Tanah Sulawesi Selatan

Klikhijau.com – Sulawesi Selatan, dalam hal kekayaan alam kelimpahannya tak perlu diragukan. Bahkan di daerah ini, terdapat tiga cagar alam yang menyimpan beragam kehidupan yang khas. Cagar alam ad...

Mengenal 3 Cagar Alam dari Tanah Sulawesi Selatan
Bacakan Artikel

Cagar alam ini memiliki potensi ekosistem berupa hutan  hujan tropis pegunungan bawah dan hutan hujan tropis pegunungan atas, hutan rawa air tawar, hutan pamah primer.

Sementara untuk potensi floranya cukup banyak, di antaranya jambu-jambu, pakis, paku hutan, rumah semut, paku layang, sarre, cina-cina, damar, uru, cempaka, kenanga, ponto, polio, kule, kenduruan, waru sirih, muntura, dengen/bolusu, kayu ledang, pude, kayu sanru, manggis hutan, bayur, , kelumpang, durian, salin-salin, terap, hingga beringin.

Sedangkan untuk potensi fauna terdapat  rusa timor, musang sulawesi, babirusa, anoa,  babi hutan, hingga srigunting



  •  Cagar Alam Kalaena



Cara alam ini terletak di Luwu. Luasnya  110.000,00 ha. Lokasi ini menjadi CA berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 428/ Kpts-II/1987, 29 Desember 1987.

Awalnya kawasan ini adalah hutan lindung sebelum menjadi kawasan konservasi yang berfungsi sebagai cagar alam berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan nomor 428/Kpts-II/1987 tanggal 29 September 1987. Kemudian ditetapkan berdasarkan Kepmenhut No. SK. 6590/Menhut-VII/KUH/2014 tgl 28 Oktober 2014 seluas 90.931,63 ha.

Secara  admnistratif cagar alam ini terletak di wilayah Desa Margolembo Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Cagar alam ini memiliki potensi ekosistem berupa hutan pamah sekunder dengan kekayaan flora yang melimpah, di antaranya damar, uru, kenanga, ponto, manggis hutan, jambu-jambu, durian, hingga waru

Sedangkan potensi faunanya juga tak kalah melimpahnya, di cagar alam ini bisa ditemukan  kuskus, boti, , bluwok, musang, kucing hutan, gosong filipina, babi hutan, kuntul kerbau, bangau, belibis,  ayam hutan merah, hingga gajahan.



  •  Cagar Alam Ponda-Ponda



Cagar alam ini bermula dari Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor: 201/Kpts-II/1999, 14 April 1999. Ponda-ponda terletak  Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Luasnya  77,22 hektare,

Kawasan ini diusulkan menjadi kawasan konservasi oleh Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Sulawesi Selatan melalui surat nomor 238/Kwss-6/3/1988 tanggal 2 Maret 1988.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Sulawesi Selatan melalui suratnya yang bernomor 522.02/2641/BKPMD. Surat itu tertanggal 5 Agustus 1988 dan ditujukan kepada Menteri Kehutanan.

Kawasan ini memiliki topografi dari datar hingga bergelombang, dan memiliki kelerengan antara 30 persen hingga 60 persen dengan ketinggian antara 350 hingga  442 meter di atas permukaan laut.

Cagar alam ini memiliki potensi ekosistem berupa hutan pamah sekunder. Ponda-ponda juga memiliki kekayaan flora berupa waru, damar, uru, kenanga, kassa, ponto, manggis hutan, jambu-jambu, durian, dengen/ songi, beringin/nuncu, jabon, bintangur, pude, bonuk, , kume, hingga kayu hitam

Semenara untuk kekayaan fauna cagar alam ini memiliki gosong filipina, kucing hutan, babi hutan, , ayam hutan merah, cekakak, kaleda, gajahan, junai mas, dara laut, cekakak suci, layang-layang, gagak, jalak, isap madu, hingga ular sawah.

Itulah sekilas tentang cagar alam yang terdapat di Sulawesi Selatan, kehadirannya menjadi kebanggaan dan kekayaan tersendiri bagi provinsi ini. Karenanya harus tetap dijaga agar tetap lestari.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2