Mengalami Kerusakan Berat, Mangrove Kalsel Diusulkan Jadi Prioritas BRGM

Klikhijau.com – Kawasan mangrove di Kalimantan Selatan (Kalsel) diusulkan sebagai prioritas restorasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Hal itu disuarakan oleh TIM Restorasi Gambut Daerah (T...

Mengalami Kerusakan Berat, Mangrove Kalsel Diusulkan Jadi Prioritas BRGM
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kawasan mangrove di Kalimantan Selatan (Kalsel) diusulkan sebagai prioritas restorasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Hal itu disuarakan oleh TIM Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan.

Dilansir dari Republika (Selasa 29/12/2020), Sekretaris TRGD Kalsel, Mukarram Suyuti Enggok mengatakan, pihaknya telah menginventarisir kondisi mangrove di Kalsel dengan melibatkan NGO dan mahasiswa pecinta alam (Mapala).

Dalam pantauan TRGD, kawasan mangrove Kalsel mengalami kerusakan berat dan itulah alasan utama mengapa pemulihan di kawasan ini mendesak untuk dilakukan dan harus masuk dalam prioritas restorasi BRGM.

Pantauan lebih lanjut, kini dilakukan oleh TRGD Kalsel bersama NGO dan Mapala di sana dalam mendata fakta ril dari kerusakan yang ada. Hasil pemetaan dan inventarisir kondisi mangrove ini nantinya akan menjadi bahan usulan restorasi mangrove kepada BRGM.

"Usulan restorasi mangrove nantinya bersifat riil didukung data faktual di lapangan, mengapa mangrove Kalsel perlu masuk program restorasi pemerintah," ujarnya.

Dari data yang ada saat ini, ada enam provinsi yang menjadi prioritas restorasi mangrove yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat, dengan luas target restorasi mencapai 600 ribu hektar.

Sementara, mangrove Kalsel tidak masuk dalam prioritas restorasi mangrove BRGM.

Perihal mangrove Kalsel yang mengalami kerusakan juga dibenarkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel. Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan sama halnya dengan kondisi hutan, kawasan mangrove di pesisir Kalsel juga sebagian mengalami kerusakan cukup parah.

WALHI Kalsel mencatat, kerusakan mangrove di Kalsel terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Kisworo, faktor penyebab kerusakan tersebut antara lain penebangan liar, pembukaan lahan untuk kegiatan perikanan juga pelabuhan khusus (pelsus) batubara.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2