Mendorong Gaya Hidup Hemat Energi Berbasis Nilai Islami di Lingkungan Keluarga

Klikhijau.com - Dorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi, khususnya di lingkungan rumah tangga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Direktorat Jenderal Energi B...

Mendorong Gaya Hidup Hemat Energi Berbasis Nilai Islami di Lingkungan Keluarga
Bacakan Artikel

Sementara itu, Direktur Program 1000 Cahaya Hening Parlan berpendapat bahwa Ibu adalah pusat energi di rumah.

“Dari cara ibu mengatur konsumsi listrik, air, memasak, sampai memilih peralatan rumah tangga, semuanya berpengaruh besar terhadap keberlanjutan. Bahkan, dengan mengubah perilaku energi di rumah, seorang ibu bisa menghemat hingga 15% emisi karbon keluarga, ini merupakan sebuah amal jariyah,” ungkap Wakil Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah ini.

Hening Parlan juga menjelaskan bahwa progam 1000 Cahaya Muhammadiyah menjadi salah satu inisiatif strategis dan ikhtiar Muhammadiyah dalam mendorong transisi energi.

“Kami melakukannya melalui dua langkah utama: efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan, yang digerakkan melalui masjid, ranting, sekolah, pondok pesantren, dan tentu saja melalui ‘Aisyiyah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Ibu-ibu adalah Green Hero—pahlawan bumi yang membawa cahaya ilmu dan kesadaran yang menerangi rumah, komunitas, dan bumi. Dan berharap acara ini menjadi pintu kesadaran baru dan jalan jihad ekologis yang penuh berkah.

Penggunaan Energi

Devi Laksmi, Koordinator Pengembangan Usaha Konservasi Energi, menyebutkan bahwa perubahan iklim yang menjadi isu global sangat erat kaitannya dengan penggunaan energi.

Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil adalah penyebab utama pemanasan global.

“Padahal, energi kini menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari gas, transportasi, hingga komunikasi seperti mengisi daya ponsel,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa menghemat energi berarti mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional, melindungi lingkungan, dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

“Dan siapa yang paling berperan dalam mengatur pengeluaran di rumah? Ya, para ibu,” ungkap Devi.

Lebih lanjut, Devi mengaitkan pesan ini dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an, QS Al-A’raf ayat 56, di mana Allah melarang manusia berbuat kerusakan di bumi, mencakup pemborosan sumber daya, termasuk energi.

“Maka mari kita gunakan peralatan sesuai kebutuhan, jika tidak digunakan, matikan saja,” ajaknya.

Setiap rumah tangga, kata Devi, bisa menjadi benteng terdepan dalam pelestarian sumber daya energi, sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan dan wujud kepedulian terhadap sesama.

Konsep Healthy Building

Endang Widayati, Widyaiswara Ahli Madya PPSDM KEBTKE, menekankan pentingnya menciptakan hunian dengan konsep healthy building, yang sehat dan hemat energi.

“Perlu kita mulai dari hal sederhana seperti kebersihan rumah. Rumah yang bersih, menjadikan kita sehat dan nyaman ditinggali. Untuk mendukung itu, tata cahaya dan tata udara memegang peran penting,” ujarnya.

Menurutnya, pencahayaan yang berkualitas dan efisien dapat mengurangi konsumsi energi, dan meningkatkan kenyamanan dan produktivitas penghuni. Begitu pula dengan tata udara yang baik dan efisien.

“Udara segar sangat memengaruhi kebugaran dan daya kerja kita,” imbuhnya.

Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan penghawaan alami atau natural ventilation, seperti dengan membuka jendela dan membangun sirkulasi udara yang baik melalui ventilasi.

Herlin Herlianika dari CLASP menyoroti peran strategis ibu rumah tangga dalam memilih dan menggunakan peralatan listrik yang hemat energi di rumah.

“Saat membeli alat elektronik seperti rice cooker, mesin cuci, atau lampu, pastikan memilih yang memiliki label hemat energi dengan jumlah bintang yang banyak.

Label ini adalah bentuk implementasi kebijakan Kementerian ESDM untuk melindungi masyarakat dari produk yang boros energi,” jelasnya.

Herlin juga mengingatkan pentingnya edukasi di komunitas.

“Kalau sudah tahu, mari kita sampaikan ke teman-teman, tetangga, atau komunitas sekolah. Edukasi soal memilih peralatan listrik yang efisien ini sangat penting dan bisa jadi investasi yang menguntungkan, baik untuk pengeluaran rumah tangga maupun untuk kelestarian bumi,” tambahnya.

Sosialisasi Konservasi Energi ini dihadiri lebih dari 285 orang peserta, yang berasal dari Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ‘Aisyiyah seluruh Indonesia, serta komunitas dan masyarakat umum lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi pelopor gaya hidup berkelanjutan di komunitasnya masing-masing, dimulai dari langkah kecil di rumah sendiri.

Narahubung:

-           Farah +62 811-2551-236 (Wakil Sekretaris LLHPB PP ‘Aisyiyah)

-           Intan +62 813-2713-6793 (Tim Program 1000 Cahaya Muhammadiyah)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2