LKM Idealis 2025 Bahas Krisis Iklim: Jaring Nusa Dorong Kepekaan Sosial dan Advokasi Mahasiswa

Klikhijau.com - Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia (JN KTI) memberikan edukasi lingkungan sebagai topik ulasan dalam meningkatkan kepekaan sosial dan advokasi mahasiswa dari Universitas Fajar (Unifa)...

LKM Idealis 2025 Bahas Krisis Iklim: Jaring Nusa Dorong Kepekaan Sosial dan Advokasi Mahasiswa
Bacakan Artikel

Dengan memberikan gambaran kondisi lingkungan saat ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian sosial pada mahasiswa. Tidak sekadar mengetahui namun juga terlibat langsung melalui aksi-aksi lingkungan yang akan mereka lakukan kedepannya.

“Isu lingkungan akan menyebar ke berbagai aspek kehidupan sehingga mengenalkan isunya akan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa dan mendorong langkah konkret melalui advokasi,” pungkasnya.

Sebagai orang yang aktif melakukan kampanye, Riszky mendorong para mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu sosial yang bisa dimulai dari lingkungan kampus, mengaktifkan kajian isu di organisasi dan menelaah berbagai fenomena sosial termasuk yang berada dalam kampus.

Urgensi Kepekaan Sosial dan Advokasi Mahasiswa

Urgensi Kepekaan Sosial dan Advokasi Mahasiswa terletak pada peran strategis perguruan tinggi sebagai agent of change dan moral force. Mahasiswa, sebagai kelompok intelektual terdidik, memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap disparitas dan masalah yang ada di masyarakat.

"Kepekaan sosial membekali mahasiswa dengan kesadaran kritis bahwa ilmu pengetahuan dan keistimewaan pendidikan harus digunakan untuk melayani kemanusiaan, bukan sekadar kepentingan individu. Tanpa kepekaan ini, edukasi hanya akan menghasilkan kaum elitis yang terisolasi dari realitas sosial," tegas Riszky.

Menurutnya, advokasi kemudian menjadi manifestasi nyata dari kepekaan tersebut, mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam mencari solusi dan memperjuangkan keadilan. Inilah yang memastikan bahwa lulusan perguruan tinggi nantinya bukan hanya pencari kerja, tetapi juga pembentuk peradaban yang peduli dan solutif.

Oleh karena itu, Kepekaan Sosial dan Advokasi adalah prasyarat bagi pembentukan kepemimpinan masa depan yang berintegritas dan berempati. Di tengah kompleksitas masalah seperti ketidaksetaraan ekonomi, krisis lingkungan, dan isu hak asasi manusia.

"Suara mahasiswa yang terorganisir dan beradvokasi menjadi kekuatan penyeimbang ( check and balance) terhadap kekuasaan dan kebijakan yang merugikan publik. Aktivitas advokasi melatih keterampilan penting seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, negosiasi, dan problem-solving di dunia nyata, yang jauh melampaui pembelajaran di kelas," urai Riszky.

Dengan mengasah kepekaan dan kemampuan advokasi, mahasiswa memastikan bahwa ilmu yang mereka peroleh relevan dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara luas, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dan berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2