Lembaga Konservasi Berperan Penting dalam Mendukung Pengelolaan TSL dan Pengurangan Emisi

Klikhijau.com - Lembaga Konservasi (LK) merupakan mekanisme pengelolaan satwa di luar habitat (ex-situ). LK berperan untuk mendukung  pengelolaan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di dalam habitatnya (...

Lembaga Konservasi Berperan Penting dalam Mendukung Pengelolaan TSL dan Pengurangan Emisi
Bacakan Artikel

Skema karbon di LK juga dapat menjadi peluang pendapatan (financial additionality) untuk mendukung pengelolaan satwa yang lebih baik dan memenuhi standar mutu. Tentu perlu exercise dan perumusan metodologi yang tepat terlebih dahulu.

"Dari sinilah dapat dilihat keterkaitan erat antara perubahan iklim dengan keanekaragaman hayati, krisis iklim dapat mengubah habitat, mengganggu proses ekologis, dan meningkatkan risiko kepunahan TSL," terang Menteri Siti.

Saat ini tercatat 82 unit LK untuk kepentingan umum yang teregister di KLHK. Namun demikian, Menteri Siti menyadari bahwa belum semua LK mempunyai sarana prasarana dan sumber daya yang memadai dalam pengelolaan TSL.

Menteri Siti menuturkan, perlu dibangun sebuah konsep Akademia Konservasi. Di mana para staf pengelola dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan dalam pengelolaan satwa.

Kemudian, pengetahuan dan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya antara lain seperti kurator, keeper, studbook keeper, dan penggunaan teknologi pengembangbiakan dapat berbagi pengetahuan dengan LK lain, penangkar atau bahkan petugas-petugas konservasi di lapangan.

Dirinya juga menegaskan bahwa dari banyaknya peran dan fungsi penting yang diemban oleh LK, menuntut agar lembaga ini dikelola secara profesional, menyediakan sarana prasarana representatif, serta staf pengelola yang memiliki keahlian di bidangnya.

"Saya kira kebutuhan-kebutuhan Pendidikan dan pelatihan terkait konservasi spesies satwa liar bisa diintegrasikan disini, termasuk pengembangan akademia konservasi. Dalam pelaksanaannya bisa dibangun dalam skema kerjasama KLHK, Universitas/PT, dan TSI sebagai lembaga konservasi," harap Menteri Siti.

Empat tujuan

Workshop yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) ini bertujuan untuk:

  • Mengembangkan potensi nilai ekonomi karbon di Lembaga Konservasi;

  • Mengembangkan potensi wisata terintegrasi yang bukan wisata massal, namun memiliki potensi ekonomi tinggi;

  • Mengembangkan Pusat Edukasi Pengelolaan Lembaga Konservasi (Center of Excellent); dan

  • Menghasilkan rekomendasi kebijakan dan kelembagaan terkait nilai ekonomi karbon, pengembangan wisata dan pusat edukasi pengelolaan satwa liar.


Workshop tersebut diikuti oleh berbagai pihak terkait dari unsur Pejabat Eselon I dan II Lingkup KLHK, Kepala UPT Lingkup Ditjen KSDAE, Kepala Bagian Lingkup Ditjen KSDAE, Perguruan Tinggi/Akademisi/Praktisi dari Unversitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Nasional, PKBSI, pimpinan lembaga konservasi, praktisi, serta dari unsur Pimpinan Kementerian/Lembaga Lain yang terkait. (*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2