Lebih Dekat dengan 7 Satwa Unik yang Ada dan Pernah Ada di Soppeng

Klikhijau.com – Unik, satu kata itu bisa mewakili Kabupaten Soppeng, khususnya dalam hal satwa yang ada dan pernah ada di kabupaten itu. Satwa unik dan  paling ekonik dari Soppeng tentu saja kalong...

Lebih Dekat dengan 7 Satwa Unik yang Ada dan Pernah Ada di Soppeng
Bacakan Artikel

Ajaibnya, burung kakatua itu seolah memberi pertanda untuk menunjukkan sesuatu yang bakal menjadi solusi terhadap masalah yang mendera.

Lalu para Matoa sepakat untuk mengirim utusan mengikuti ke mana kepakan sayap kedua kakatua itu, hingga utusan itu menemukan hamparan padi yang luas dan subur.

Pemilik hamparan padi itu adalah lelaki bernama La Temmamala. Nama lelaki itu kemudian diabadika menjadi julukan Soppeng. Lelaki tersebut juga diangkat menjadi pemimpin berkat kesepakatan ke 60 matoa yang memimpin wilayah Soppeng.



  • Gajah kerdil



Siapa sangka jika Kabupaten Soppeng pada masa lampau pernah dihuni oleh gajah. Hanya saja gajah itu tidak serupa dengan gajah yang pernah ada. Karena ukuran tubuhnya lebih mungil dari gajah pada umumnya.

Ukuran tubuh gajah yang pernah menghuni Soppeng diperkirakan hanya sebesar kerbau saja. Bukti jika Soppeng pernah memiliki gajah terdapat di Villa Yuliana—yang kini telah disulap menjadi museum.

Di villa yang dibangun pada tahun 1905 di masa penjajahan Belanda itu, terdapat fosil gajah Soppeng berupa rahang dan gadingnya.

" Ini  fosil gading gajah purba yang ditemukan ditemukan oleh G.J Bartstra di Tanjonge di kampung TanjongE, kecamatan Lilirilau, Soppeng pada tahun 1993,” kata Mustafa, penjaga Villya Yuliana.

Gajah Soppeng sendiri diperkirakan hidup sekitar 2 juta tahun lampau. Gajah ini hidup di sekitar Lembah Walanae, Kabupaten Soppeng.

Karena memiliki tubuh yang kecil, sejumlah peneliti menyebutnya sebagai gajah kerdil atau kate (pygny/dwarf stegodon).



  •  Babi rusa



Bukan hanya fosil gajah yang terdapat di Villa Yuliana, tetapi juga terdapat fosil tengkorak babi rusa. Babi rusa merupakan satwa endemik Sulawesi.

Satwa ini terbilang unik, karena memiliki taring, sehingga menyerupai rusa. Hanya saja secara taksonomi satwa ini masuk famili suidae.

Status konservasi satwa ini Berdasarkan badan konservasi dunia IUCN [International Union for the Conservation of Nature] status konsevasi babi rusa adalah rentan.  Dan berdasarkan  Permen LHK Nomor P.106/2018 keberadaannya satwa ini

Anoa

Di Villa Yuliana juga terdapat fosil fragmen gigi anoa. Satwa ini anoa atau Bubalus sp merupakan mamalia terbesar dan juga endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Buton.

Satwa ini juga ada yang menggelarinya sebagai kerbau kerdil. Ia  termasuk fauna peralihan dari  famili bovidae.



  • Kura-kura raksasa



Fosil fragmen kura-kura raksasa juga dapat ditemukan di villa yuliana. Itu menandakan jika dahulu kala, terdapat kura-kura raksasa yang menghuni soppeng.

“kura-kura masih banyak ditemukan di Soppeng hingga saat ini,” kata Emma, salah seorang warga Soppeng.

Apa yang dikatakan emma diamini oleh Mustafa yang menjaga Villa Yuliana.



  • Kalong



Satwa paling fenomenal dan mudah dijumpai hingga detik ini adalah kalong atau kelelawar. Satwa ini berbeda dengan kelelawar pada umumnya yang biasa hidup dalam gua.

Kelelawar yang berumah di tengah Kota Soppeng berukuran lebih besar. Satwa ini juga tidak terganggu dengan hirup pikuk kehidupan kota.

Mereka bergelantungan dengan santai di atas pohon. Pohon-pohon yang dijadikan rumah berubah menjadi hitam. Bukan hanya satu atau dua ekor, jumlahnya tidak terhitung—sangat banyak.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2